Jakarta, Beritaseatu.com – Direktur -General (Dirjen) Haji dan Umrah dari Kementerian Agama Hilman mengatakan: Partainya terus berusaha – untuk meningkatkan jumlah pejabat haji Indonesia melalui negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi. Menurut Hilman, jumlah pejabat Indonesia masih jauh dari jumlah terbaik yang diperlukan.
Read More : DKPP Jelaskan Alasan Tak Bisa Usut Kasus Privat Jet hingga Apartemen Anggota KPU
“Saya berharap dia memberi kita kesempatan dan berhasil membahas petugas ini,” kata Hilman selama pertemuan dengan Panja BPIH 1446 Hijri/2025 Komisi VIII dari Dewan Perwakilan Bangunan Parlemen, Parlemen Tata, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2025).
Menurut Hilman, para peziarah Indonesia membutuhkan sekitar 4.200 pejabat haji seperti pada haji 2024. Pemerintah Arab Saudi, mengatakan, hanya memperkenalkan sebagian dari pejabat haji Haji Indonesia atau berkurang sebesar 50% dari populasi sebelumnya.
“Jumlahnya belum mencapai poin terbaik kami, yang biasanya 4.200 petugas,” kata Hilman.
Hilman mengatakan, ada aturan baru pemerintah Arab Saudi, serta masalah pejabat haji. Sebelumnya, pemerintah Indonesia dapat mempekerjakan banyak orang, tetapi pada tahun 2025, perekrutan haji haji untuk pejabat Indonesia di Arab Saudi harus melalui Syarikat.
“Ini adalah proses yang kami selidiki dan yang dapat dipekerjakan oleh orang -orang Indonesia yang juga memiliki Iqomah dan izin kerja, jadi ini sedikit rumit, kami akan menjelajah sehingga kami dapat memberi kami kenyamanan,” pungkas Hilman.
Read More : Sidang Perdana, Mbak Ita dan Suami Didakwa Terima Suap Rp 9 Miliar
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa partainya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan jumlah preferensi bagi para peziarah seperti tahun lalu, karena jumlah peziarah yang harus dipenuhi adalah 221.000 orang.
“Jumlah hak istimewa para peziarah belum mencapai titik yang lebih baik mengingat bahwa para peziarah yang digunakan adalah 221.000 orang. Jadi, kami akan melanjutkan upaya -untuk mendapatkan preferensi tambahan bagi para peziarah seperti tahun lalu,” kata Nasaruddin Umar selama pertemuan dengan Komisi Parlemen Indonesia pada akhir Desember 2024.