JAKARTA, Beritasatu.com – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un tampaknya kembali mengalami kenaikan berat badan dan tampaknya memiliki masalah kesehatan termasuk obesitas seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
Read More : Fairuz A Rafiq Tolak Keinginan Sonny Septian Berlibur ke Bali karena Alasan Ini
Pejabat Korea Utara sedang mencari obat baru di luar negeri untuk mengatasi masalah kesehatan Kim Jong-un, menurut laporan pada Selasa (30/07/2024), kata badan intelijen Korea Selatan.
Kim, 40 tahun, dikenal sebagai peminum berat dan perokok. Ia juga berasal dari keluarga yang menderita penyakit jantung.
Beberapa pengamat menyebut Kim yang memiliki tinggi badan 170 sentimeter dan sebelumnya memiliki berat badan 140 kilogram, telah kehilangan banyak berat badan pada tahun 2021.
Lee Seong-kyun, anggota Badan Intelijen Nasional (NSS) Korea Selatan, mengatakan kepada anggota parlemen pada Senin (29/7/2024) bahwa Kim Kim memiliki berat sekitar 140 kilogram. Kim berisiko tinggi terkena serangan jantung. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. – (AP/AP)
Read More : Ribuan Warga Inggris Anti-rasis Turun ke Jalan Protes Kerusuhan Sayap Kanan
Lee mengatakan Kim telah mengalami gejala tekanan darah tinggi dan diabetes sejak ia berusia 60an. Pengacara lainnya, Park Sunwon, mengatakan NIS yakin obesitas yang dialami Kim terkait dengan kebiasaan minum, merokok, dan stres. Para pejabat Korea Utara mencoba mengimpor obat-obatan baru dari luar negeri untuk mengatasi masalah Kim.
Kesehatan Kim Jong Un berada di bawah pengawasan ketat di luar Korea Utara karena ia belum secara resmi menunjuk penggantinya untuk mengendalikan senjata nuklir yang ditujukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya.