Semarang, Beritasatu.com – Seorang polisi yang mengaku dari Polrestabes Semarang dan seorang jurnalis meminta keluarga pelajar yang ditembak polisi di Semarang untuk tidak membesar-besarkan kasus. Di SMKN 14 Semarang, seorang siswa bernama Gamma Rizkynata Oktafandy menjadi korban tembakan polisi.

Read More : Kondisi Terbaru Glodok Plaza yang Mengalami Kebakaran

Bahkan, keluarga pelajar yang ditembak polisi di Semarang diminta menerima kematian korban dan tidak melanjutkan kasus penembakan.

Agung, paman korban, mengatakan sehari setelah kejadian, yakni Senin (25/11/2024), sejumlah polisi dan seorang pelapor mendatangi rumah korban di Kembangarum, Semarang Barat. Mereka diminta membuat video yang menyatakan kesediaannya menerima kematian korban.

“Pelapor meminta saya membuat video pernyataan atas nama keluarga bahwa pihak keluarga ikhlas atas kejadian ini dan tidak menambah masalah. Kapolres juga mengiyakan,” ujarnya, Senin (12/2/2024).

Agung dan keluarga lainnya menolak keras permintaan tersebut karena persidangan dan kronologi kematian korban masih belum jelas dan dinilai aneh.

“Saya tidak mau membuat pernyataan seperti itu, saya belum tahu karena prosesnya sedang berjalan.

Read More : Kapal Nelayan Indramayu Kecelakaan di Perairan Kalimantan, 4 ABK Tewas

Bahkan, ia menyayangkan keterangan Kapolda Semarang yang menyebut korban adalah pelaku kriminal. Bahkan, pelajar yang juga anggota Paskibraka ini selama ini tergolong pelajar berprestasi dan tidak pernah dikaitkan dengan pelaku kriminal.

“Kami sangat kecewa karena proses penyidikan masih berjalan dan baru sehari kami mengeluarkan pernyataan bahwa korban adalah pelakunya.” Jauh dari kepribadian Gamma, hari itu (Sabtu (23/11/2024), Gamma berlatih Paskibra hingga siang hari, lalu “Malam harinya, dia pamit ke neneknya dan ingin berlatih pencak silat,” kata seorang siswa yang ditembak oleh pelaku. polisi di semarang. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *