Moskow, Beritasatu.com – Sekelompok pria bersenjata menyerang gereja dan tempat ibadah di wilayah Dagestan, Kaukasus Utara, Rusia. Minggu (23/6/2024). Setidaknya delapan polisi dan pengawal nasional serta seorang pendeta tewas dalam tindakan mereka.
Read More : Dwinda Ratna Bantah Tudingan Cerai dari Mas Pur Tukang Ojek Pengkolan gegara Tak Ada Pekerjaan
Kelompok bersenjata tak dikenal secara bersamaan menyerang Makhachkala, kota terbesar di Dagestan, dan kota pesisir Derbent.
Komite Investigasi Rusia mengatakan telah membuka kasus pidana atas dugaan terorisme di wilayah Dagestan yang mayoritas penduduknya Muslim di Rusia, yang bertetangga dengan Chechnya.
Pemimpin Dagestan, Sergei Melikov, mengatakan melalui telegram bahwa wilayahnya telah diserang oleh orang tak dikenal. “Mereka mencoba mengacaukan situasi di masyarakat,” tulisnya.
“Kami tahu siapa dalang di balik serangan teroris ini dan apa tujuannya,” ujarnya kemudian, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Namun pidatonya merujuk pada perang di Ukraina. “Kita harus memahami bahwa perang akan terjadi di rumah kita. Kita mengalaminya, tapi hari ini kita menghadapinya,” ujarnya.
Melikov juga mengatakan enam pembuat onar telah dieliminasi. Dia tidak memberikan informasi mengenai permintaan penghapusan tersebut.
Namun para pejabat Rusia mengatakan polisi membunuh empat pria bersenjata di Makhachkala dan dua di Derbent.
Selain itu, pihak berwenang saat ini sedang melakukan operasi untuk melacak semua anggota kelompok pengganggu yang dikenal sebagai Sel Tidur. “Semua anggota sel tidur sedang bersiap (untuk serangan) dan bersiaga, termasuk di luar negeri,” tambah Melikov.
Read More : Pelapor Kasus Pertemuan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dengan Eko Darmanto Masih Misterius
Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, mengatakan bahwa pendukung dan musuh Kremlin berusaha menghancurkan perdamaian antaragama di Rusia. Namun dia tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab.
Komite anti-teroris Rusia mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti bahwa serangan itu menargetkan dua gereja Ortodoks, sebuah sinagoga dan sebuah pos pemeriksaan polisi.
“Akibat serangan teroris tersebut, menurut informasi awal, seorang pendeta Gereja Ortodoks Rusia dan seorang petugas polisi tewas,” kata badan tersebut.
Nikolai Kotelnikov, kepala pendeta Gereja Ortodoks Rusia, dibunuh secara brutal di Derbent, katanya.
Perwakilan pemerintah daerah Dagestan Gayana Garyaeva mengatakan serangan itu menewaskan enam pejabat dan melukai 12 lainnya. Di antara korban tewas adalah seorang kepala polisi yang menjabat kepala kantor.
Sementara itu, Garda Nasional Rusia melaporkan salah satu anggotanya tewas dan beberapa lainnya luka-luka di Derbent.