Berlin, Beritasatu.com – Pemerintah Jerman mengutuk keras serangkaian insiden kekerasan pada malam tahun baru yang melibatkan polisi dan petugas pemadam kebakaran, sebagian besar menggunakan kembang api.

Read More : KRIS Diterapkan, Iuran Peserta BPJS Bakal Naik?

Tradisi Tahun Baru Jerman sering kali mencakup penggunaan kembang api secara ekstensif di tempat umum. Namun pada perayaan Tahun Baru kali ini, kembang api disalahgunakan untuk menyerang pekerja darurat.

Di Berlin, Jerman, 30 petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran terluka dalam serangan saat perayaan Tahun Baru, yang menurut pejabat setempat menyebabkan penangkapan 400 orang. Gara-gara kejadian itu, ratusan polisi dari berbagai daerah dikerahkan untuk mengecek situasi di ibu kota.

Ledakan dahsyat kembang api ilegal juga menyebabkan kerusakan parah di dua wilayah Berlin. Menurut kantor berita Jerman dpa, fasad beberapa rumah hancur, jendela pecah dan 36 apartemen kini dinyatakan tidak layak huni.

Lima orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam insiden terkait kembang api di seluruh negeri, termasuk satu korban luka parah di Berlin.

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengutuk keras kekerasan tersebut. Dia berkata: “Pengerahan pasukan polisi yang kuat oleh polisi negara bagian dan federal serta tindakan keras yang cepat dan konsisten adalah langkah yang tepat untuk diambil terhadap pelaku kekerasan dan kekacauan.”

Read More : Data NPWP Bocor, Kemenkominfo Imbau Masyarakat Ganti Password secara Berkala

Faeser juga berjanji para pelaku akan diadili dan menghadapi hukuman berat, serta mendoakan kesembuhan petugas yang terluka.

Kekerasan Malam Tahun Baru di Jerman telah memicu perdebatan nasional mengenai pengendalian kembang api dan perlunya meningkatkan keamanan selama perayaan publik. Kejadian ini juga mengingatkan kita akan perlunya kesadaran masyarakat untuk menjamin keamanan kolektif.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *