Bekasi, Beritasatu.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, Selasa (29/10/2024), memastikan tak ada kaitan antara penetapan tersangka dengan penangkapan Soleman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. . ). kepada unsur-unsur politik.

Read More : Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Hari Ini Kompak Menguat

Samuel, Kepala Badan Intelijen Kejaksaan Kabupaten Bekasi, menjelaskan penyidikan kasus gratifikasi dan suap ini diluncurkan pada 11 Agustus 2023. Setelah itu kasusnya masuk ke tahap penyidikan dan disebut Respi atau RS. Pada 31 Oktober 2023, tersangka mengucapkan terima kasih kepada Soleman.

Terkait hal tersebut, Jaksa Penyidik ​​telah melakukan sejumlah kegiatan penyidikan untuk mengembangkan kasus ini sebelum memasuki rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pemiluka) Tahun 2024, kata Samuel, Kamis (31/10). /2024).

Oleh karena itu, pemberitaan di berbagai media yang mengaitkan penetapan tersangka pidana dengan ketegangan politik adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab, tambahnya.

Samuel menambahkan, Kejaksaan Agung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga stabilitas proses pemilu 2024, termasuk menunda pemeriksaan tahap penyidikan Soleman hingga akhir pemilu.

“Dalam hal ini Kabupaten Bekasi telah mengadakan pemilihan anggota DPRD, dan anggota DPRD terpilih dilantik pada tanggal 28 Oktober 2024, sehingga proses pemilihan anggota parlemen di Kabupaten Bekasi selesai pada tanggal 28 Oktober 2024.”

Sebelumnya, kuasa hukum Soleman, Siswadi, menyoroti penetapan tersangka yang terjadi 28 hari jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi 2024, Soleman berperan penting dalam tim pemenangan pasangan calon asal Bekasi. dan Asep Surya. Oleh karena itu, ia menilai penetapan tersangka tidak tepat waktu dan terkesan seperti penganiayaan politik.

Read More : Hari Terakhir Libur Nataru, Kawasan Malioboro Masih Jadi Magnet Wisatawan di Yogyakarta

“Diduga ini perintah dari partai yang punya kekuatan besar, sehingga Suleiman harus dilumpuhkan sebagai ‘sasaran operasi’. Apakah ini merupakan operasi depresi yang diam-diam dan terstruktur? Siswadi melaporkan, Rabu (30/10/2024).

Siswadi juga mengatakan Kejaksaan Agung telah mengeluarkan nota penundaan penyidikan tindak pidana terhadap peserta pemilu dan pimpinan pilkada untuk mencegah kampanye hitam dan menjamin kelancaran proses demokrasi.

“Jaksa Agung juga telah memerintahkan penundaan sidang terhadap para kontestan. Termasuk tidak hanya pasangan calon, tapi juga tim strategis inti pasangan calon,” kata Siswadi.

“Apakah pemeriksaan dan penangkapan tidak bisa ditunda setelah proses penghitungan di Pilka? Apa urgensi penerapan ini oleh kejaksaan? Soleman selalu kooperatif dalam penyidikan sebelumnya,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *