Jakarta, Beritaseu.com-a-pertunjukan dokumen internal Nokia yang baru diterbitkan bahwa perusahaan teknologi Finlandia telah menyadari ancaman dan potensi besar iPhone. Sayangnya, Nokia tidak melakukan apa pun, jadi mereka akhirnya kalah di iPhone.
Read More : Perusahaan Elon Musk SpaceX Berencana Investasi Rp 227 Triliun di Vietnam
Otoritas Android disebut Rabu (12/22/2025), dokumen internal menyatakan keprihatinan Nokia terhadap iPhone generasi pertama yang diluncurkan Apple pada tahun 2007. Sayangnya, meskipun ia menyadari potensi iPhone yang mengganggu, Nokia belum merespons secara efektif dan dampaknya telah terdengar sejauh ini.
“Pada tahun 2007, Nokia mendominasi pasar seluler, tetapi peluncuran iPhone Apple segera mengguncang perusahaan,” tulis The Android Authority.
Diketahui, dokumen internal telah ditampilkan di media berkat pembukaan Arsip Desain Nokia minggu lalu. Salah satu file terbuka adalah presentasi internal yang memberikan pandangan terperinci tentang bagaimana Nokia menanggapi keberadaan iPhone.
Dalam dokumen tersebut, Nokia menyadari dampak potensial dari antarmuka sentuh-multi-touch, desain tipis dan integrasi internet yang lembut pada iPhone. Dalam laporan yang disebutkan di atas, diyakini bahwa teknologi iPhone generasi pertama mampu mengubah standar industri.
“Namun, meskipun Nokia memiliki perkiraan yang sangat akurat pada iPhone, mereka tidak dapat memprediksi dampaknya secara efektif,” mengkritik otoritas Android.
Read More : Bukan Dikremasi, Jenazah Juliana Marins Dikubur demi Autopsi Ulang
Presentasi internal ini juga menunjukkan bahwa Nokia berupaya memerangi berbagai strategi, cara mempercepat pengembangan antarmuka sentuh dan mengurangi harga produk mereka untuk bersaing di pasar menengah. Mereka juga menyoroti kekurangan iPhone, seperti 3G dan baterai yang tidak dapat dihilangkan, tetapi langkah -langkah ini ditunjukkan tidak berhasil.
Dokumen Nokia Fallas dengan jelas menunjukkan bahwa, meskipun mereka menyadari ancaman iPhone, mereka tidak dapat bertindak cepat atau efisien untuk melawan domain Apple. Ini adalah salah satu contoh klasik dari kebangkrutan besar perusahaan besar untuk menangani gangguan teknologi yang begitu cepat dan tidak terduga.