Cianjur, Beritasatu.com- Seorang wanita tua (lansia) meninggal di sebuah bus di jalan raya Bandung-Koandzhur, tepat pada hari Minggu di distrik Karangte di Desa Gargarman (3/3/3/2025).
Read More : Ramadan 2025, Pesanan Parsel Lebaran UMKM Rembang Naik 60 Persen
Kecelakaan itu terjadi ketika nomor polisi bus D 7574, memanggil ER (45), mencoba menyeberangi mobil di depannya. Namun, pengemudi itu diduga tidak hati -hati bahwa ia akan keluar dari sepeda motor, bernomor F 5743 WQ, dikendalikan oleh AP (65), yang mengikat istrinya E (57) dan cucunya SS (5).
“Pengemudi sepeda motor dan penumpang memantul beberapa meter. Ketika korban (57) memasuki bagian bawah bus sampai keluar dan mati di tempat,” kata Kanit Gakkum Satlantas Siajor Polisi Ipda Ika Cakra.
Sementara itu, Chang Jura menderita cedera serius bagi para korban kecelakaan yang mengakhiri kecelakaan itu dan segera dibawa ke rumah sakit regional ke Sadan Sijanjur untuk menerima perawatan medis.
Polisi segera mengajukan permohonan pengemudi bus ER (45) untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang dugaan kelalaian dalam mengendarai perjalanan. Beberapa saksi mata mengatakan pengemudi itu tidak hati -hati ketika kendaraan lain lewat.
“Tampaknya sopir bus tidak memperhitungkan keberadaan sepeda motor di depannya, jadi dia akan mendorong bus untuk menyebabkan kecelakaan,” kata salah satu saksi mata (34) di tempat kejadian.
Read More : Ini 14 Lokasi Samsat Keliling di Jadetabek Senin 6 Mei 2024
Tubuh korban (57) masih masih merupakan hipotek rumah sakit Sujan, sementara AP dan SS masih medis.
“Kami masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebab kecelakaan itu. Pengemudi bus ditahan dan diselidiki sebagai tambahan,” Chang Jura dikaitkan dengan para korban kematian Ika Ika Ika Chakra, yang membunuh orang tua itu.