Abuja, Beritasatu.com – Banjir di Nigeria utara telah merendam sebuah kebun binatang di kawasan tersebut. Akibatnya, hewan-hewan seperti buaya dan ular terdesak hingga ke pemukiman warga.
Read More : Presiden Joe Biden Akan Sampaikan Pidato Perpisahan pada Rabu 15 Januari 2025
Banyak daerah di Maiduguri di Negara Bagian Borno, Nigeria, terendam banjir setelah Bendungan Alau, 20 km dari kota, meluap pada akhir pekan, membanjiri semua rumah di sekitarnya. Menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR), ini merupakan banjir terburuk di Maiduguri dalam 30 tahun terakhir.
Pada Rabu (11/9/2024), pihak berwenang menyatakan banjir telah membunuh lebih dari 80% satwa liar di Kebun Binatang Nasional Sanda Kyarimi. Akibatnya, banyak spesies berbahaya seperti buaya dan ular bermunculan di pemukiman warga.
Video burung unta di jalan yang banjir di Maiduguri telah dibagikan di media sosial di Nigeria. Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nigeria (NEMA), Manzo Ezekiel, mengatakan pada 11 September bahwa pemerintah berupaya menyelamatkan hewan-hewan tersebut.
“Saya yakin pihak pengelola kebun binatang tidak akan tinggal diam dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan hewan-hewan yang masih hidup, karena hewan-hewan yang keluar dari kandang bisa saja berbahaya bagi manusia,” ujarnya.
UNHCR memperkirakan 280.000 penduduk Maiduguri terkena dampak bencana dan 200.000 penduduk kota tersebut dievakuasi.
Salah satu pintu tertutup Bendungan Borno rusak sehingga mengakibatkan debit air meningkat dan memperparah situasi longsor di kawasan tersebut. Yehezkiel mengatakan air mengalir deras dan lebih deras dari yang diperkirakan.
Read More : Kedubes AS Akui Jalin Komunikasi dengan Tim Presiden Terpilih Prabowo Subianto
“Kami tidak menyangka air sebanyak itu akan membanjiri kota,” ujarnya.
Setelah berminggu-minggu banjir terjadi di banyak wilayah Nigeria, 229 orang tewas dan lebih dari 386.000 orang dievakuasi, menurut data terbaru dari NEMA. Negara yang paling terkena dampaknya adalah Nigeria bagian utara.
Badan Meteorologi Nigeria sebelumnya telah memperingatkan risiko banjir di seluruh negeri setelah hujan lebat. Bulan lalu, Badan Layanan Hidrologi Nigeria (NIHSA) memperingatkan bahwa permukaan air di Sungai Niger meningkat dan mendesak masyarakat setempat untuk berhati-hati karena ini adalah salah satu sungai terbesar di Nigeria.
Badan Perubahan Iklim PBB (IPCC) mengatakan banjir di Afrika akan menjadi lebih sering dan ekstrem karena aktivitas manusia menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global.