Jakarta, Baritasato.com – Ulasan dan tekanan lainnya (ODOL) yang telah melarang politik telah ditunda lagi selama hampir satu dekade sekitar tahun 2027.

Read More : 159.000 Tiket Kereta Api untuk Natal dan Tahun Baru Sudah Terjual

Penangguhan ini tidak hanya dipandang secara ekonomi untuk merusak negara, tetapi juga untuk membahayakan keamanan konsumen jalanan.

Awal strategis peneliti senior diluncurkan oleh Daddy Honimbang.

“Setiap tahun kami memberikan hampir 43 triliun rpillions untuk perbaikan jalan karena Undang -Undang Truk Odol,” kata Daddy pada hari Rabu (25.06.2025) di Daily Talk Investor.

Dia memperhatikan bahwa tidak ada alasan kuat untuk memindahkan implementasi nol ODOL karena aturan dan sistem pengawasan tersedia.

Namun, pemilik bagasi, dari pengemudi hingga struktur tarif, merupakan hambatan penting di antara para aktor industri logistik.

“Peraturan dan peraturannya jelas dan pengawasan telah dimulai, tetapi peperangan sedang berlangsung di lapangan,” katanya.

Read More : Jokowi Jadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara Polri di Monas 1 Juli

Ayah menekankan bahwa Odol -Trucks mendukung sekitar 40 % kecelakaan pada MautstraรŸe, sehingga masalahnya tidak dapat dianggap sepele. Dia juga menekankan pentingnya reformasi harga penawaran nasional.

“Jika truk dirancang untuk tandu 20 ton tetapi dipaksa untuk memuat 40 ton dengan harga yang sama, pelanggaran berlanjut,” katanya.

Dia mendorong pemerintah untuk segera menentukan logistik berdasarkan berat dan jarak dan untuk memperhitungkan subsidi khusus untuk transportasi yang cukup besar.

“Masalah ODOL bukan hanya masalah truk dan jalan, tetapi juga berhubungan langsung dengan inflasi, kekuatan pembelian masyarakat dan keamanan nasional,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *