Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 2025. Menurut dia, kebijakan PPN 12 persen berisiko lebih jauh. menyusutnya kelas menengah di Indonesia.
Read More : Harga Emas Hari Ini Naik Rp 9.000 Jadi Rp 1,513 Juta Per Gram
“Situasinya sangat memprihatinkan. Kelas menengah kita terpukul apalagi pasca-covid-19. Malah banyak kelompok khususnya di sektor UMKM yang luput dari perhatian dan tidak tertolong,” kata Bob Azam dalam acara IDTV “Investor Market Today” pada Selasa (19/11/2024).
Bob menjelaskan, sekitar 15 persen kelas menengah masuk ke dalam kelas menengah ke bawah. Tentu saja, kelas menengah memerlukan perhatian lebih, karena sebagian besar program pemerintah fokus pada masyarakat miskin.
Sayangnya, kelas menengah harus menanggung beban tambahan, termasuk PPN 12 persen.
Babb menambahkan, penurunan jumlah kelas menengah akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat secara keseluruhan dan menghambat pertumbuhan sektor konsumen. Padahal, konsumsi rumah tangga menyumbang 57 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Read More : Iran Ancam Serang Israel dengan Hulu Ledak yang Lebih Kuat
“Sehingga target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% akan sulit tercapai dalam kondisi saat ini,” kata Bob Azam.