Aceh, Beritasatu.com – Kebakaran Hutan dan Tanah (Carhutla), yang terjadi di desa Blang Beurang, di distrik Johann Pahlavani, ACHE Barat memperluas 7,5 hektar. Tanah yang meluas dibakar karena sumber air yang terbatas.
Read More : Banjir Bandang Landa Enrekang, Trans Sulawesi Lumpuh
Kepala Badan Manajemen Bencana Regional AChE Barat (BPBD), Teku Ronald, mengatakan bahwa proses pemadamannya terbatas karena kesulitan memasuki air. Sehingga api terus menyebar di banyak tempat.
โSumber air yang ada sangat terbatas. Lahan basah yang ada kering, “jelas kepala Aceh Barat BPBD Teuku Ronal.
Teuku Ronald mengatakan bahwa partainya terus mencari sumber air di dekat titik panas. Tingkat keparahan angin yang berat dengan cepat mendapatkan api sampai sulit untuk menciptakan titik panas. Bahkan, posisi perjalanan juga merupakan hambatan selama kebakaran.
Read More : Polda Kaltim: Stadion Batakan Titik Kumpul Tamu Negara HUT Ke-79 RI Sebelum ke IKN
Selain desa Blang Burandang, ada dua lokasi lain yang merupakan poin panas, artinya desa -desa Ganja dan Darul Huda, kata Ronald. Namun, di dua tempat ini api telah berhasil punah, yang terkait dengan api hutan dan bumi, yang lebih banyak didistribusikan.