JAKARTA, BERITASATU.COM – Menteri Kesehatan Gonadi Sadikin mengungkapkan bahwa TBC (TB) di Indonesia masih menunjukkan arah yang berkembang. Menurutnya, penyakit lambung ini adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di negara ini.
Read More : Zelensky Sebut Tak Ada Permintaan Maaf untuk Trump setelah Debat Sengit
Pada pertemuan bersama Komite Parlemen Kesembilan pada hari Rabu (14.02.2025) Budi mengatakan bahwa tuberkulosis menyebabkan sekitar 130.000 kematian per tahun di Indonesia. Jika rata -rata dihitung, itu berarti bahwa dua orang meninggal setiap lima menit karena penyakit ini.
“Ini adalah penyakit menular dengan para korban terbesar dalam sejarah dunia,” kata Badan di hadapan anggota dewan.
Tubuh juga menekankan kurangnya vaksin yang efektif untuk mencegah tuberkulosis, tidak seperti penyakit menular lainnya, seperti Covid-19 dan OSPA, yang sudah memiliki vaksin.
Dia mengatakan bahwa saat ini ada mereka yang memeriksa vaksin tuberkulosis dan mendorong Indonesia untuk memainkan peran aktif dalam tes klinis. Mengingat sejumlah besar kasus, Indonesia dikatakan sebagai tempat pengembangan vaksin strategis.
“Mengapa Indonesia menjadi pengalaman klinis? Karena kita adalah yang kedua. Jika kita berhasil mendapatkan vaksin ini terlebih dahulu dan menyuntikkannya ke yang terluka, mereka bisa menjadi resisten,” jelas Body.
Read More : Berapa Biaya Pengisian Baterai Mobil Listrik di Indonesia?
Dia menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam pengalaman vaksin ini penting untuk mengurangi kematian karena TB yang tinggi.
“Tujuannya jelas bahwa kematian akibat tuberkulosis dapat dikurangi menjadi lebih dari 100.000 orang per tahun,” katanya.
Otoritas mengatakan bahwa pemerintah masih mendorong deteksi dini dan pengobatan lengkap tuberkulosis untuk menekan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh pemecahan tuberkulosis.