Jakarta, Berita.com – Departemen Cyber ​​Metro Jaya Cyber ​​telah menerbitkan dalam Investasi dengan skema PNGGed yang dibuat oleh Mode Koleksi Sosial. Penulis, seorang ibu rumah tangga dengan akronim SFM (21), melakukan aksi September 2024.

Read More : Pendaftaran Cagub-Cawagub Jakarta Jalur Independen Dibuka 8 Mei 2024

“SFM Diduga Janji -janji Tinggi Laba Tinggi Menggunakan Kelompok WhatsApp yang disebut” Gu Arsan Bibiyu “,” Jakarta Polder, Kepala Komisaris AD Ar Sim, mengatakan, sebagai kepala hubungan masyarakat, seperti yang dikatakan.

Tim anggota 425 memberikan investasi dengan dugaan Dana Pinjaman O (Dapin). Setiap 1 juta slot investasi RP berjanji untuk mendapatkan hingga 1,4 juta RP dalam 10 hari.

“Awalnya, beberapa orang yang terkena dampak mendapat manfaat, tetapi kemudian mereka menghadapi kerusakan, karena uang mereka digunakan untuk kebutuhan pribadi tersangka dan keuntungan investor sebelumnya dihentikan,” jelas ADE.

Sejauh ini polisi telah mengidentifikasi 85 korban bahwa 18 dari mereka telah diuji. Juga, penyelidik menerima empat laporan polisi terkait dengan kasus ini.

“Para tersangka bahkan waktu untuk pulang untuk membuat korban yang sensitif bahkan untuk menjanjikan. Tindakan waspada berhasil ditentang karena kecepatan polisi,” tambah Ad Ary.

Tersangka SFM dituduh melakukan serangkaian serangkaian artikel, yaitu 45A (1) Pasal 28 (1) dari Amandemen Kedua 1 tahun 2024, Amandemen Kedua Jumlah 2008 dalam Data Elektronik dan Transaksi (ITE Law (ITE ).

Read More : Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Hari Ini Kompak Menguat

Juga, polisi mendaftarkan pelanggaran pencucian (hukum TPPU) untuk mencegah dan memberantas uang dalam Pasal 3, 4 dan 5 dalam Pasal 3, 2 Kode Kode Penipuan. Ancaman hukuman maksimum mencapai 20 tahun penjara dan didenda hingga 10 miliar rp.

Kasus ini merupakan pengingat penting bagi orang untuk memperhatikan investasi yang memberikan manfaat yang tidak wajar dalam waktu singkat. Konfirmasikan validitas dan kredibilitas investasi selalu sebelum bergabung.

“Kami meminta publik untuk melaporkan kasus serupa ketika publik menemukan petunjuk penipuan dalam kasus yang sama,” kata Addy.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *