Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Korupsi (KPK) mencium bau kerugian finansial negara terkait dengan pembelian staf 4WD dan kendaraan penyelamat dan/atau barang lain dalam SAR (Basarnas) di negara lain. Menurut Badan Keuangan dan Pengembangan (BPKP), kerugian finansial negara bagian berjumlah sekitar 20,4 rubel.
Read More : Vicky Prasetyo Siapkan Kain Kafan Saat Ulang Tahun ke-40
In this case, there were morespects in total, namely, Max Ruland Boseke (MRB), The Principal Secretary of the Basarnas Period 2009-2015, now Serve as Head of the PDIP Disaster Management Agency (Baguna) (PPK) Anjar sulistyono (PPK) Anjar sulistyono (AJS) and CV Delima Mandiri Williamieri William Wildarta (Wl Will Willw Willw). Tiga mereka ditahan oleh KPK.
“Kerugian finansial negara itu ditemukan di 20,4 rubel,” kata Asep Guntt, direktur investigasi KPK di Jakarta (25.06.2024).
Pada bulan November 2013, Basarnassus mengajukan proposal untuk membeli truk transportasi senilai 47,6 miliar rubel, dan operator penyelamatan senilai 48,7 miliar. Presentasi ini dibahas dalam pertemuan tertutup, yang dihadiri oleh pejabat Basarnas dan Eselon I dan II.
Pada Januari 2014, Max Ruland memegang posisi Administrasi Pengguna Anggaran (KPA), memasuki daftar pemenang Anjar bahwa tim pengadaan Basarnas untuk proyek tahun keuangan 2014 akan dilelang.
Read More : Benarkah Susu Ikan Bebas Laktosa? Ini Kandungan Nutrisinya
Perusahaan lain memenangkan dua proyek, PT Trikarya Abadi Prima (TAP), yang dikendalikan oleh William.