Surabaya, Beritasatu.com – Pengamanan di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya ditingkatkan oleh Brimob setelah awalnya diintimidasi oleh seseorang beberapa waktu lalu. Perilaku bullying yang dilakukan Ivan Sugianto membuat banyak orang tua khawatir dan menjadi alasan peningkatan pengamanan di sekolah.
Read More : Lanal Bintan Gagalkan Penyelundupan Warga China ke Kota Batam
Berdasarkan temuan Beritasatu.com, ditemukan tenda berbahan tiang pengaman di sekolah yang berdiri dan dijaga Brimob. Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.ย Selain itu, pihak keamanan juga meningkatkan keamanan sekolah. Jika ada orang asing yang ingin masuk sekolah tanpa izin dan tanpa registrasi terlebih dahulu, ia akan ditangkap oleh aparat keamanan.
Penasihat Hukum SMAK Gloria 2 Surabaya Sudiman Sidabuke membenarkan, pasca kejadian tersebut, pengamanan di depan sekolah menambah kekuatan aparat keamanan, termasuk Brimob.
“Setelah kejadian itu, pihak sekolah semakin meningkatkan pengamanan polisi. Hal ini untuk mencegah kejadian kemarin terulang kembali. Selain itu, banyak orang tua siswa lain yang mengeluh, takut dan mengira anaknya mengalami hal serupa atau tidak,” Sudiman dikatakan. Sidabuke, Jumat (15/11/2024).
Ia juga mengatakan, tindakan perundungan ini akan berdampak pada pihak sekolah, apalagi kita memasuki usia PPDB dimana banyak orang tua yang menganggap anaknya harus bersekolah di sekolah tersebut.
Oleh karena itu, kami masih melakukan upaya hukum untuk mengungkap hal tersebut, kata Sudiman.
Read More : Harga Minyak Stabil, Investor Waspadai Gencatan Senjata Iran-Israel
Di sisi lain, Polrestabes Surabaya akhirnya menangkap Ivan Sugianto atau IS, pelaku teror pelajar SMAK Gloria 2 Surabaya. Ivan ditangkap petugas gabungan polisi dan satgas pengamanan di Bandara Juanda pada Kamis (14/11/2024) pukul 16.20 WIB di luar Terminal Kedatangan T-1 Gerbang 4 Garbarata 6.
Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan, sekaligus polisi menunjukkan penangkapan tersebut ke Reserse Polrestabes Surabaya. ISIS yang saat ditangkap mengenakan masker berwarna putih, langsung dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani berbagai pemeriksaan.
Kasus perundungan yang dilakukan Ivan Sugianto terhadap siswa SMA Gloria 2 Surabaya menjadi tontonan publik setelah video kebrutalannya dibagikan di media sosial. Video tersebut menunjukkan bagaimana I.V. melakukan tindakan kekerasan dan ancaman terhadap korban.