Jakarta, pantai agasatu.com – Kepala Polisi Metro -Jakarta Selatan, dilarang mendapatkan RP yang menerima RP.
Read More : Desa Torbang Hidupkan Kembali Tradisi Tatorbangan, Bupati Sumenep Apresiasi
Ade Rahmat telah setuju untuk memiliki aplikasi SP3 atau penghentian hotel di Kekayeran Barus, South -jakarta dan Boss Probia Son dan BH. Namun, dia menolak.
“(Dapatkan 400 juta rp.) Tidak benar, benar.
Adede Rahmat menjelaskan, dia tidak bisa menahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan seseorang. Adede ingin menolak RP. 400 juta tersedia oleh anak -anak Boss Provia.
“Kamu telah memberikan DIP3,” ada uang, masih ada RP. 400, Rp. 500 (juta), “dikutip dalam Rahmat,” kata Adara.
Petugas polisi mengatakan pertemuannya dan BB diadakan setelah polisi di Jakarta Selatan mengadakan pertemuan media dalam pembunuhan itu dan mencurigai seorang pria.
“(Rapat) Setelah sebuah kasus dikeluarkan. Ya, saya ditunjuk pada waktu itu.
Adede Rahmat juga setuju untuk memberikan informasi tentang Polda Metro Jaiah sehubungan dengan cucu anak -anak Bos Profia.
Read More : Menlu Sugiono Jadi Pembicara Utara Konferensi Politik Luar Negeri 2024
Sebelumnya, anak -anak Bos Promia dibuka dengan suara sobombing mereka untuk gangguan dari dua petugas polisi sebelumnya Kasatree Binto Rotoro dan AKBP Gogo Galesung.
Romi menginginkan kantor polisi terbesar di Jakarta selatan, Adon Iveninal, mengatakan dan menerima uang untuk anak -anak Bos Profia dalam pembunuhan pembunuhan.
Rom awalnya menjelaskan bahwa dia ingin melakukan upaya yang adil. Kemudian Rom mengatakan dia akan mengakhiri kekuasaan yang akan didorong oleh Kasachreskrim South Jakarta Metro Police.
Romi mengatakan ini adalah pertemuan dengan wanita pemerintah daerah metropolitan South -Jakarta dan melihat banyak saksi. “Pada pertemuan itu, diakui bahwa pemimpin telah menerima uang,” kata Romi.