Washington, Beritasatu.com – Wakil Presiden AS Kamala Harris menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membantu menerapkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza guna meringankan penderitaan warga sipil Palestina. Pernyataan Harris bahkan lebih keras dibandingkan pernyataan Presiden Joe Biden.
Read More : Jam Saku Kapten Penyelamat dalam Tragedi Titanic Terjual Rp 31 Miliar
“Sudah waktunya untuk mengakhiri perang ini,” kata Kamala Harris dalam pidatonya di televisi setelah bertemu langsung dengan Netanyahu.
Setelah Biden mengundurkan diri, calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris berbicara blak-blakan tentang krisis kemanusiaan di Gaza menyusul perang sembilan bulan antara angkatan bersenjata Israel dan Hamas.
“Kita tidak bisa tergoyahkan oleh penderitaan dan saya tidak akan diam,” katanya.
Pernyataan Kamala Harris tegas dan serius, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah dia akan lebih agresif dalam negosiasi dengan Netanyahu jika Netanyahu terpilih sebagai presiden pada 5 November. Namun, para analis tidak memperkirakan adanya perubahan besar dalam kebijakan AS terhadap Israel, sekutu terdekat Washington di Timur Tengah.
Perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.
Biden, yang juga sebelumnya bertemu dengan Netanyahu, mengatakan kepada perdana menteri Israel bahwa ia perlu menjembatani kesenjangan tersebut untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan menghilangkan hambatan terhadap aliran bantuan.
Read More : Janda Muda di Purwakarta Ditemukan Tewas dengan Leher Lebam di Perkebunan
Netanyahu kemudian akan bertemu Donald Trump, lawan Harris dari Partai Republik, di klub Trump di Mar-a-Lago di Florida pada Jumat (26/7/2024).
Gencatan senjata telah dipertimbangkan selama berbulan-bulan.
“Ada harapan dalam perundingan untuk mencapai kesepakatan atas perjanjian ini, dan seperti yang sudah saya sampaikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. “Sekaranglah waktunya untuk menyelesaikan kesepakatan ini,” kata Harris.
Namun, sebagai wakil presiden, Harris juga mendukung hak pembelaan diri Israel. “Israel mempunyai hak untuk membela diri,” kata Harris.