Sleman, Beritatu .com. – Pemerintah Sleman Regency Bupati, Harda Kiswaya menyatakan nama kuat dari rencana “Kaliuiurang” sebagai merek minuman beralkohol dari minuman dari nama panggilan minuman. Name, yang industri PT telah diserahkan oleh Mr. Djengot, sebagai merek anggur merah Kaliuiurang, dianggap tidak pantas karena dapat mempengaruhi citra sleman zona wisata dan budaya.

Read More : Modal Asing Rp 10,27 Triliun Masuk Ke Pasar Keuangan Domestik, Mayoritas lewat SBN

Harda mengatakan Kaliurang adalah area administrasi resmi dengan nilai -nilai historis dan budaya yang tinggi. Itulah sebabnya partainya dengan tegas menolak penggunaan nama Kaliurang yang digunakan sebagai merek produk minuman.

“Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengirim surat kepada Kementerian Hak dan Hak Asasi Manusia untuk menjelaskan pendekatan penolakan terhadap sirkulasi minuman beralkohol atau minuman dengan merek Kaliuiurang,” kata Harda ketika dia bertemu pada Selasa 22.04.2012).

Penolakan tetap terhadap pemerintah Sleman didasarkan pada banyak aspek hukum dan sosial. Berdasarkan 2020 Bupati atau Sleman 62.5, 62.5, tentang nama -nama Padukuhan, yaitu Kaliurang Barat dan Kaliurang Timur Hargobinangun -dorp, ketika Packem, Kaliurang, adalah wilayah administrasi resmi.

Dari sudut pandang hukum, sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Regional DIY No. 2019 1, dengan mempertimbangkan rencana pengembangan regional pariwisata, wilayah Caliurang membentuk warisan budaya, yang ditunjuk sebagai daerah pendidikan, budaya dan sejarah wisata.

Penolakan masyarakat setempat juga memperkuat pandangan pemerintah Regence melalui surat terbuka dari Kaliurang dan Forum Komunitas sekitarnya (Formaks), yang menolak komersialisasi nama Kaliurang ke merek minuman.

Read More : Mulan Jameela Dukung Ahmad Dhani Angkat Vokalis Band Sukatani Jadi Staf Ahli DPR

Kekhawatiran untuk citra negatif wilayah ini adalah salah satu alasan utama. Menurut Harda, penggunaan nama Kaliurang dalam minuman beralkohol dapat mengurangi reputasi regional sebagai objek wisata untuk keluarga dan siswa.

Pemerintah Sleman Regency memperkirakan bahwa langkah penolakan ini penting untuk melindungi identitas, martabat, dan nilai -nilai lokal yang terkait dengan nama Kaliurang.

“Kami tidak ingin nama Kaliurang, yang dikenal sebagai bidang pariwisata pendidikan, sebenarnya dikaitkan dengan produk yang bertentangan dengan karakter kawasan itu,” kata Harda.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *