Jakarta, Beritasatu.com – Pelaku usaha berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah tantangan global dengan memperkuat potensi perekonomian dalam negeri.
Read More : Gugur di Papua, Briptu Iqbal Dimakamkan dengan Upacara Militer di TPU Polri Cikeas
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang berharap kabinet baru diisi oleh menteri dan kepala lembaga yang profesional, memiliki pengalaman kepemimpinan, memiliki semangat kolaborasi, ahli di bidangnya, dan tidak mengutamakan sektoral. ego.
Pemerintahan baru mulai membentuk kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Prabowo memanggil 49 calon menteri pada Senin (14/10/2024) dan 59 calon wakil menteri dan kepala lembaga pada Selasa (15/10/2024).
“Kita membutuhkan menteri-menteri yang mampu bersinergi, menciptakan strategi dan terobosan baru untuk menghadapi dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Kita berharap dengan diumumkannya nama-nama menteri tersebut, pasar keuangan akan merespon positif, misalnya penguatan IHSG. dan nilai tukar,” kata Sarman dalam keterangannya, Selasa (15/10/2024).
Pelaku usaha berharap menteri terpilih dapat bergerak cepat merespons dinamika perekonomian global dan nasional, seperti mengantisipasi perlambatan perdagangan dan investasi lintas negara, serta pergerakan modal antar negara.
Tantangan dalam negeri yang perlu dihadapi antara lain pengendalian deflasi yang terjadi dalam lima bulan terakhir, menurunnya daya beli masyarakat, angka pengangguran yang mencapai 7,2 juta orang, dan banyaknya penduduk miskin yang akan mencapai tingkat kemiskinan. pada bulan Maret 2024 sebesar 9,03% atau setara dengan 25,33 juta orang.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 ditargetkan sebesar 5%, dengan harapan triwulan III dan IV tahun 2024 juga mencapai 5%, mengingat pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2024 sebesar 5,05% dan triwulan I tahun 2024 sebesar 5,05%. 5.11. %.
Kebijakan Presiden Jokowi yang mewajibkan belanja pemerintah dan BUMN untuk memprioritaskan produk dalam negeri harus terus dilakukan. Hal ini akan memastikan belanja pemerintah tetap mengalir di dalam negeri untuk meningkatkan produktivitas berbagai industri dan UKM di seluruh Indonesia, tambah Sarman.
Read More : Liburan ke TMII, Serasa Pulang Kampung dan Keliling Nusantara
Pakar kebijakan publik yang berbasis di Jakarta dan veteran UPN Achmad Nur Hidayat menekankan bahwa kerja sama antar kementerian dan lembaga juga harus diperkuat. Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang diinginkan Prabowo tidak akan tercapai tanpa kerja sama yang erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian. milik BUMN.
“Menteri Keuangan harus memiliki kemampuan diplomasi yang kuat untuk memastikan seluruh kementerian dan lembaga terkait bergerak searah untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang ambisius tersebut,” kata Achmad.
Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% jelas lebih ambisius dan membutuhkan seseorang yang inovatif, berani berpikir out of the box, dan tidak hanya mengandalkan kebijakan ekonomi yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin-pemimpin baru di bidang perekonomian yang memiliki visi segar dan bersedia mengambil langkah radikal.
“Terutama dalam perluasan basis ekonomi, promosi sektor-sektor produktif yang selama ini belum maksimal, dan pembukaan pasar-pasar baru baik lokal maupun internasional,” tutupnya.