Yogyakarta, Beritasatu.com – PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah mencemari kawasan Bong Suwung sebelah barat Stasiun Yogyakarta. Melalui disinfeksi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi perkembangan Stasiun Yogyakarta, salah satu pintu gerbang utama Kota Yogyakarta.

Read More : Kisah Asysyfa, Anak Buruh Perkebunan Jeruk yang Berhasil Masuk UGM

Menurut EVP Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo, saat ini kegiatan perpindahan di Stasiun Yogyakarta bisa dilakukan di arah timur karena kondisi di arah barat tidak memungkinkan.

“Saat ini kami hanya mengoperasikan kereta arah timur, namun seperti kita ketahui kondisi jalan di Yogyakarta sangat padat, sehingga kami berharap dapat melaju ke arah barat untuk membantu meringankan kemacetan,” kata EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang. Respationo di Beritasatu.com Jumat (5/10/2024).

Pemasangan yang bersih kemudian ditingkatkan dalam arti menambah jarak antar rel. Hal ini memungkinkan peron stasiun Yogyakarta diperluas.

Ini juga berbahaya bagi penumpang karena terlalu padat. Nanti semua jalur ini akan kita perluas, sehingga membuka peluang untuk pengembangan platform. Jadi langkah awal yang harus dilakukan adalah pengembangan kawasan,” jelas Bambang tanggapan.

Pada tahap berikutnya, Stasiun Yogyakarta akan diperluas untuk menampung lebih banyak penumpang kereta api.

Read More : Wall Street Menguat Dipimpin Saham-saham Big Tech

“Stasiun yang ada saat ini merupakan situs warisan budaya dan belum bisa diperbarui. Kita bisa memperbaikinya dengan membangun gedung stasiun besar di sekitarnya,” kata Bambang Respationo.

Segala upaya yang dilakukan KAI Daop 6 diharapkan dapat memperkuat citra Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata utama di berbagai daerah dalam dan luar negeri, sehingga meningkatkan taraf pariwisata.​

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *