Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyebutkan 13 kepala desa (kade) dari berbagai wilayah Indonesia diutus ke China untuk mendapatkan informasi dan informasi. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kepala desa berbasis pembangunan berkelanjutan di pedesaan.

Read More : Tiga Perampok Bersenjata Api di Cempaka Putih Ditangkap

โ€œKami ingin menciptakan gambaran para pemimpin desa untuk mencoba keluar dan melihat contoh nyata pembangunan infrastruktur, pertanian, dan industri lainnya di Tiongkok, yang nantinya bisa diterapkan di desa mereka,โ€ kata Wakil Menteri Pertanian, Pertanian. . Perkembangan. Daerah Tertinggal dan Migran Paiman Rahardjo pada diskusi โ€œSepuluh Tahun Pembangunan Indonesia di Daerah Terpencilโ€ di Jakarta, Senin (10/7/2024).

Menurut dia, selain menambah jumlah penduduk, rencana tersebut juga dirancang untuk mengembangkan lapangan kerja di pemerintahan desa. Kami percaya dengan pengiriman kepala desa ke Tiongkok akan membuka peluang baru dan menambah pengetahuan tentang pengelolaan desa yang modern dan kekinian.

Paiman mengatakan, pemilihan kepala desa yang diangkat di desa tergantung pada apa yang telah mereka lakukan, apa yang telah mereka capai, dan apa yang telah mereka sumbangkan kepada masyarakatnya.

Selama tiga minggu di Tiongkok, dari tanggal 8 hingga 29 September 2024, para tokoh masyarakat mempelajari bagaimana pemerintah Tiongkok membangun infrastruktur pedesaan, memperluas sektor pertanian, dan mengelola badan usaha pedesaan (Bumdes).

Selain itu, Peyman melaporkan bahwa pada tahun 2015, pendapatan pedesaan yang didistribusikan ke 75.265 desa berjumlah Rp 609,6 triliun.

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pendapatan desa meningkat menjadi Rp289 juta per desa dan akan meningkat menjadi Rp1,2 miliar pada tahun 2024.

Read More : Kode Keras Sri Mulyani Mengenai Sosok Menteri Keuangan Era Prabowo-Gibran

Desa tertinggal terbanyak pada tahun 2015 mencapai 13.453 desa, menurun pada tahun 2024 menjadi 4.363 desa. Begitu pula dengan jumlah desa tertinggal yang berkurang dari 33.592 desa menjadi 6.100 desa.

Sementara itu, jumlah desa maju dalam 10 tahun terakhir meningkat dari 3.608 desa menjadi 23.063 desa, dan jumlah desa mandiri meningkat dari 174 desa menjadi 17.023 desa.

Sementara itu, Wakil Sekda Kabupaten Malang Nurman Ramdansia mengatakan Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang paling merasakan manfaat program dana desa. Dari 378 desa yang ada di Kabupaten Malang, kini terdapat 302 desa yang sudah memiliki desa mandiri.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *