Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Penelitian Kedaikopi Ibnu Dwi Cahyo menanggapi pernyataan terkait bertambahnya jumlah kementerian yang akan dijabat oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. Jumlah menteri di pemerintahan Prabowo-Gibran disebut-sebut akan bertambah dari 34 menjadi 44 orang.

Read More : Bahaya Konten Kreator Tanpa Aturan, Saatnya Ada Regulasi Setara Pers!

Ibnu mengatakan penambahan jumlah menteri diperbolehkan asalkan undang-undangnya, yaitu RUU Menteri, disetujui DPR dan diterbitkan pemerintah. Namun, dia menekankan pentingnya Prabowo memilih nomor yang berkaitan dengan kemampuan dan kebutuhan kementerian atau lembaga yang ada.

“Kalau muncul pembahasan peningkatan kementerian, tentu bagus asalkan sesuai dengan undang-undang. Namun yang terpenting, Prabowo harus melahirkan orang-orang yang baik dan profesional yang sesuai dengan kebutuhan kementerian,” kata Ibinu. wartawan, Rabu (18/9/2024).

Ibnu menambahkan, profesionalisme tidak selalu harus datang dari pimpinan organisasi nirlaba. Menurut dia, partai politik juga mempunyai tenaga ahli dan profesional yang kurang kompeten dibandingkan mereka yang berada di luar partai politik.

Ibnu menegaskan, “Jangan sampai pemerintahan yang kuat ini diisi oleh orang-orang yang berpengetahuan rendah. Sekalipun berasal dari partai politik, kami berharap partai politik mengirimkan tenaga yang kompeten di kementerian.” .

Selain itu, Ibinu mengingatkan bahwa partai politik harus bisa menunjukkan kepada masyarakat cara melatih staf internalnya. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa partai politik juga bisa memberikan angka yang baik untuk mengisi jabatan di pemerintahan.

Read More : Ada Nurul Ghufron, Johan Budi, hingga Sudirman Said, Ini 40 Capim KPK yang Lolos Tes Tertulis

Ia menjelaskan: “Partai politik harus menunjukkan bahwa pembinaan tenaga kerja dapat menghasilkan orang-orang yang berkompeten. Oleh karena itu, masyarakat akan percaya bahwa partai politik memiliki orang-orang kuat yang dapat mempercayai mereka, bukan profesional dari partai politik tersebut.”

Selain menekankan pentingnya keterampilan, Ibnu meyakini pemerintahan yang akan dibentuk juga akan lebih banyak diisi oleh generasi muda. Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat pendapatan masyarakat Indonesia akan mencapai tingkat yang tinggi pada tahun 2030.

“Menteri-menteri muda sangat dibutuhkan, terutama untuk memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat miskin saat ini. Generasi muda di bawah 30 tahun perlu membantu mereka keluar dari situasi sulit, dan memanfaatkan kepentingan rakyat. Mereka adalah kunci pembangunan negara” , menurut Ibinu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *