Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Pengurus Besar DPP Partai Golkar Zulfikar Ass Sadikin menjawab pertanyaan siapa sosok yang pantas menduduki jabatan penjabat Ketua Umum Partai Golkar pasca lengsernya Airlangga Hartarto. Menurut Zulfikar, sesuai aturan organisasi partai, yang berhak menduduki jabatan Pj Ketua Umum adalah Koordinator Partai Kahar Muzakir. 

Read More : Pertemuan Negara-negara Asean Di Jakarta Bahas Kerjasama Ekonomi

“Sesuai aturan dan praktik organisasi yang berlaku selama ini, pengangkatan Internal Golkar selalu dipercayakan kepada Koordinator Kerja Partai, khususnya Pak Kahar Muzakir,” kata Zulfikar dalam keterangannya. Agustus 2024).

Zulfikar mengatakan, kepemimpinan Partai Golkar perlu segera diputuskan dan dikukuhkan. Menurut dia, penting untuk menjaga situasi Partai Golkar tetap kondusif pasca lengsernya Airlangga.

“Untuk menjamin keberlangsungan internal partai tetap berjalan lancar, maka perlu segera dilakukan penunjukan Penjabat Ketua Umum Partai Golkar. Terkait penunjukan Penjabat Ketua Umum tersebut, berdasarkan penetapan aturan organisasi dan mekanisme yang telah ditetapkan. resmi dan berjalan di internal partai, penjabat Presiden akan dicalonkan dalam rapat paripurna DPP,” jelas Zulfikar.

Zulfikar membeberkan dasar-dasar aturan organisasi sebagai acuan dalam menentukan ketua umum Partai Golkar. Peraturan tersebut adalah AD/ART, Peraturan Organisasi Nomor 8 Tahun 2020 terkait perubahan sementara, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak Nomor 01 Tahun 2020) terkait Tata Kerja DPP Partai Golkar dan praktik yang dilaksanakan pada tanggal tersebut.

Read More : 5 Fakta Menarik Sidang Tahunan MPR 2024, Jokowi Kenakan Baju Adat Betawi hingga Megawati dan SBY Tidak Hadir

Berdasarkan aturan tersebut, Plt Ketua Umum DPP Partai Golkar adalah Koordinator Partai dalam hal ini Wakil Ketua Umum Koordinasi Partai, Bapak Kahar Muzakir. Kami berharap hal ini dapat dipahami oleh semua pihak. pengurus, Pimpinan Partai Golkar dan kerangka di seluruh Indonesia memahami dan melaksanakannya,” pungkas Zulfikar.

Airlangga Hartarto diketahui resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Golkar per Sabtu (10/8/2024). Airlangga mengaku mundur karena ingin menjaga keutuhan Partai Golkar dan stabilitas transisi pemerintahan yang berlangsung pada Oktober 2024.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *