Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya memastikan laporan pencampuran tepung goreng dengan obat-obatan tidak benar. 

Read More : Kereta Tabrak Truk di Kaligawe Semarang, Sopir Tewas

“Belakangan ini ada pemberitaan adanya sistem peredaran narkoba baru dengan cara digoreng atau dicampur,” kata Kepala Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Ade Ari Syam Indradi dalam keterangannya, Kamis (23/5). /2024).

Ia mengatakan, cara baru pembagian obat dan gorengan atau tepung ini diperuntukkan bagi anak sekolah dan orang dewasa.

Ade Ari menjelaskan, setelah diselidiki, laporan tersebut disunting saat kelompoknya menyerang sebuah apotek di kawasan Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu.

“Sebuah video yang disebut-sebut sebagai makanan yang digoreng atau tepung yang dicampur dengan obat-obatan menunjukkan laboratorium Cladestin memproduksi pinac atau cannabinoid,” katanya.

Read More : Erdogan Siap Bangun IKN! Turki Akan Kerahkan Perusahaan Kelas Dunia

Ade Ari membenarkan, tidak ada campuran tepung yang tercampur dengan obat seperti yang beredar dalam video. Kapolda Metro Jaya selalu mengingatkan petugas agar berkomitmen memberantas narkoba tanpa diskriminasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *