Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mengumumkan capaian program terbarunya, BNI Miracle yang baru saja diluncurkan pada 5 Juli 2024.

Read More : Pilkada Kabupaten Bekasi 2024, KPU Tetapkan PSU di Dua TPS Kecamatan Cabangbungin

CFO BNI Novita Vidya Anggraini mengatakan pada minggu kedua Agustus 2024, user base Wondr BNI akan mencapai 2 juta pengguna.

Tingginya tingkat pengguna aktif dalam bertransaksi 200% lebih tinggi dibandingkan aplikasi bisnis lainnya yaitu BNI Mobile Banking.

“Tentunya (penekan angka Wondr oleh pengguna BNI) menunjukkan animo nasabah yang besar,” kata Novita dalam Public Expose Live 2024 secara virtual di Jakarta, Jumat (30/8/2024).

Novita menjelaskan keunggulan BNI dibandingkan aplikasi enterprise Wonder lainnya. Pertama, BNI Wonder menyediakan tiga metrik keuangan: Insights, Transaction, dan Growth.

Ketiga metrik ini membantu pengguna melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik dengan memahami pola pendapatan dan pengeluaran selama periode waktu tertentu.

“Juga, merencanakan tujuan keuangan masa depan dengan memilih produk investasi apa pun yang sesuai dengan tujuan tersebut.”

Novita mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan aplikasi dengan fitur yang lebih lengkap dalam waktu dekat.

Untuk segmen ritel, bank ini berharap dapat meningkatkan loyalitas nasabah dan terus mengembangkan bisnis perusahaan serta menciptakan dana pihak ketiga dengan biaya rendah dan hemat.

Read More : Biden Cegah Israel Serang Kilang Iran, Harga Minyak Catat Minggu Terbaik dalam Lebih Setahun

Kinerja BBNI

Selama triwulan I tahun 2024, kinerja BNI membaik secara signifikan pada triwulan II tahun 2024, khususnya dari sisi pertumbuhan kredit dan biaya dana.

Pada Juni 2024, utang GNI tumbuh sebesar 12%, tertinggi sejak pandemi Covid-19. Sedangkan dana BNI pada Q2 2024 lebih rendah 7 kali lipat dibandingkan Q1 2024.

“Dengan imbal hasil aset yang stabil dan biaya dana yang rendah, pendapatan bunga bersih dan PPOP BNI mulai tumbuh kembali setelah mengalami kontraksi selama dua kuartal,” jelas Novita.

Sementara itu, BNI berhasil mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp727 triliun hingga Juni 2024 atau tumbuh 11,7% year-on-year. Jumlah tersebut mencapai 9,6% dibandingkan pertumbuhan kredit pada triwulan I tahun 2024.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *