Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia mendapat kabar baik saat pendaki gunung Weddrick Leonardo meraih emas Olimpiade Paris 2024, Kamis (8/8/2024).
Read More : Real Madrid vs Bayern Munchen: Tuchel Berharap Kane Antar Die Roten ke Final
Ini merupakan medali emas kedelapan sepanjang keikutsertaan Indonesia di Olimpiade. Kesuksesan Veddriq sekaligus melanjutkan tradisi emas yang diraih Indonesia. Jika dulu medali emas selalu diraih di cabang olahraga bulutangkis, kini emas diraih di cabang panjat tebing.
Pada Olimpiade 2024 Paris, pebulutangkis hanya meraih satu medali perunggu yang diraih Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri. Ia menerimanya setelah kalah di semifinal.
Pada perebutan medali perunggu, Gregoria tak perlu bermain karena lawannya Carolina Marin asal Spanyol mengalami cedera. Tugas ini ia menangkan di babak semifinal melawan wakil Tiongkok, He Bing Jiao. Alhasil, medali emas diraih Ahn Se-yong asal Korea Selatan.
Weddrik Leonardo menjadi atlet nonbulu tangkis pertama yang membawa Indonesia medali emas.
Ini merupakan kali pertama Indonesia meraih medali emas Olimpiade di luar cabang olahraga bulu tangkis. Indonesia meraih medali emas Olimpiade pertamanya di Barcelona pada tahun 1992 bersama Suzi Susanti dan Alan Budikusuma.
Kemudian pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Rexy Mainaki/Ricky Soebagja menjadi pasangan terbaik putra. Empat tahun kemudian, pada OI 2000 di Sydney, pasangan putra Tony Gunavan/Chandra Vijaya kembali melanjutkan tradisi emas bulutangkis.
Taufik Hidayat menjaga tradisi emas pada Olimpiade 2004 di Athena. Hendra Setiawan/Marquis Kido melanjutkan tradisi tersebut setelah meraih emas di Olimpiade Beijing 2008. Sayangnya, pada Olimpiade London 2012, tradisi emas itu terputus.
Read More : BI Pastikan Volatilitas Rupiah Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi
Bulu tangkis kembali membawa Indonesia membawa emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan terakhir di Tokyo 2020 melalui Greysie Polii/Apriyani Rahayu.
Atlet long rock Weddrick Leonardo akhirnya membuat cerita baru. Tentu kita berharap industri lain juga meneruskan tradisi perebutan medali emas di Olimpiade.
Bersaing di Le Bourget Sport Climbing Venue di Paris, Weddrick mencapai final dan menghadapi Vu Peng dari Tingkok. Di laga final, Weddrick menang dengan skor 4,75 detik, dan lawannya – 4,77 detik.
Medali perunggu diraih oleh Sam Watson dari Amerika, yang mengalahkan Reza Alipour dari Iran dalam perebutan tempat ketiga. Sam Watson mencatatkan waktu 4,74 detik. Lawannya adalah 4,88 detik.