Jakarta, Beritasatu.com  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pengunduran diri Kepala Otoritas Ibu Kota Kepulauan (IKN) Bambang Susantono dan wakilnya Dhony Rahajoe tidak mempengaruhi minat investor asing berinvestasi di IKN.

Read More : AHY Ingin Kebijakan FWA Diterapkan pada H-7 Lebaran 2025

“Tidak, tidak, tidak, tidak (mempengaruhi investor asing),” kata Jokowi usai melakukan sidak di Istana Negara IKN, Kalimantan Timur, Rabu (6/5/2024).

Diakui Jokowi, mundurnya Bambang dan Dhony tidak menjadi masalah dari aspek lain. “‘Tidak ada. Tidak ada sama sekali,’ tambahnya.

Jokowi memberi jabatan baru kepada Bambang sebagai utusan kerja sama internasional untuk mempercepat pengembangan IKN. “Kami juga akan memberikan misi baru kepada Pak Bambang Susantono sebagai utusan khusus kerja sama internasional untuk mempercepat pengembangan IKN,” kata Jokowi.

Diakui Jokowi, pengalaman Bambang di dunia internasional bisa mendukung misi baru tersebut. Berkat pengalaman internasionalnya, kita bisa banyak memanfaatkannya untuk kebaikan negara, tambahnya.

Saat ditanya alasan Bambang dan Wakil Ketua OIKN Dhony Rahajoe mengundurkan diri, Jokowi tak mengetahuinya. “(Alasan pengunduran diri) ditanyakan ke Pak Bambang dan Pak Dhony karena alasan pribadi,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Jokowi belum memutuskan apakah akan memberikan jabatan baru kepada Dhony Rahajoe.  “Belum. Kalau Pak Dhony belum melakukannya,” jelasnya.

Read More : Jokowi dan Prabowo Nikmati Pertunjukan Alutsista TNI AL di Teluk Jakarta

Bambang ditunjuk Jokowi memimpin OIKN pada Maret 2022. Pria kelahiran Yogyakarta, 4 November 1963 ini masuk pemerintahan pada 2007. Ia menjabat Wakil Menteri Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan. wilayah hingga tahun 2010. 

Bambang menjabat sebagai Pimpinan Perusahaan Transportasi Indonesia pada tahun 2004. Bambang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan pada tahun 2009. Beliau juga menjabat sebagai komisaris PT Garuda Indonesia Tbk pada tahun 2012.

Setelah meninggalkan pemerintahan, Bambang bergabung dengan Bank Pembangunan Asia pada tahun 2015. Ia menjabat sebagai wakil presiden bidang manajemen pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *