Lampung, Beritasatu.com – Presiden Jokowi (Jokowi) telah memasuki Margathiga Presa, East Lampung Regency, Lampung, Senin (2012/86/20). Djoki ​​Basuki Hadimulhon (PUPR) adalah kota Hadimulhon (PUPR), dengan Gubernur Menteri Po -Hassan dan Lampung Samsudin.

Read More : Kemenperin Ungkap Penelitian Keamanan Galon Polikarbonat untuk AMDK, Aman atau Tidak?

Dalam catatannya, Djokov adalah fokus utama pemerintah pusat selama aturan air. Pengelolaan air sangat penting untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, air mentah, irigasi area padi, mengurangi risiko banjir di sekitar bendungan.

“Sekarang di seluruh provinsi pengelolaan air. Pertama untuk memasok air mentah untuk kehidupan sehari -hari. Kedua, untuk mengurangi area padi. ​​Ketiga, banjir tetap di daerah yang tetap banjir,” kata Djokov.

Djokov menjelaskan bahwa pembangunan Margatig Hura dimulai pada 2017 dengan anggaran FP dengan 846 miliar, dengan luas 2313 hektar. Bendungan ini memiliki kapasitas air 42 juta meter kubik. Djokov juga menyebutkan bendungan ini 44. Dia membuka keunggulannya setelah manajemennya pada tahun 2014.

“Ini adalah proyek yang sangat besar. Saya telah mengekspos 44 tahun dalam 10 tahun terakhir. Kami berharap menyirami bendungan, pasokan air kotor, pusat dan pengurangan banjir banjir.

Read More : Usung Konsep Ekonomi Sirkular, Barito Pacific Raih Penghargaan di Investor Daily ESG Awards

Djokov juga berharap bahwa keberadaan Bendungan Margatiga dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas petani.

“Kami berharap produktivitas petani yang terkait dengan Margathiga meningkat secara signifikan,” Gamewi menyimpulkan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *