Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan mencapai 273 juta orang pada tahun 2024. Hal ini merupakan pencapaian penting dalam rangka penguatan jaring pengaman sosial untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. dan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.

Read More : Mengerikan, Seorang Teknisi Meninggal Tersedot Mesin Pesawat

โ€œJumlah peserta JKN meningkat dari sebelumnya 133 juta orang menjadi 273 juta pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, setengahnya merupakan penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah,โ€ kata Jokowi pada Sidang Tahunan MPR 2024 dan DPR 2024 serta DPD Sidang. di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024).

Ia menjelaskan, pemerintah terus bekerja keras untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik, kompetitif, produktif, dan inovatif melalui reformasi pendidikan, perubahan sistem kesehatan, dan penguatan jaringan jaminan sosial.

Selain JKN sebagai jaring pengaman sosial, bantuan pendidikan terus diarahkan kepada masyarakat miskin dan berisiko miskin. Misalnya, program Indonesia Pintar mendidik sekitar 20 juta siswa setiap tahunnya. Program KIP Kuliah dan Bidik Misi untuk pendidikan 1,5 juta mahasiswa serta beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk pendidikan sekitar 45.000 mahasiswa.

Di sisi lain, upaya perbaikan di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil yang baik. Angka kematian bayi menurun dari sebelumnya 27 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 17 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2023. Prevalensi stunting menurun dari 37,2% menjadi 21,5% pada tahun 2023.

Read More : PPN 12 Persen Berdampak pada Pembangunan IKN? Begini Kata Basuki Hadimuljono

Presiden Jokowi menambahkan, beberapa capaian tersebut patut diapresiasi. Sebagai negara tangguh, Indonesia telah mampu menghadapi tantangan berat sejak 10 tahun terakhir, mulai dari pandemi Covid-19, gejolak geopolitik global, perang dagang dan ancaman konflik, serta perubahan iklim yang menimbulkan bencana.

โ€œKita bersyukur kepada Tuhan, meskipun kita dihadapkan pada berbagai tantangan dan ketidakpastian, namun situasi politik dan perekonomian kita masih stabil, bahkan kita mampu mengembangkan diri,โ€ jelas Presiden Jokowi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *