Jakarta, Beritasatu.com Presiden Baik Widodo (JOCOI) telah meningkatkan kompensasi insentif untuk anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia. Pada hari Selasa (21 September 2011), presiden mengumumkan ini untuk pemilihan regional seragam nasional di Pusat Konferensi Jakarta Jakarta.
Read More : Keracunan Massal Terjadi di Sleman usai Warga Manyantap Makanan pada Hajatan Pernikahan
Awalnya, Zokovi meminta maaf kepada semua anggota KPU karena kompensasi insentif untuk anggota KPU tidak meningkat selama 20 tahun. Presiden mengakui bahwa dia hanya mengetahui bahwa itu baru -baru ini dan diminta untuk segera menaikkan.
Presiden berkata, “Saya telah meminta maaf selama 25 tahun dengan pekerjaan berat KPU.
Entah dia meraih adegan bahwa dia tidak akan menghadiri pertemuan anggota KPU jika dia tidak tumbuh dalam insentif anggota KPU. “Alhamdulillah, kemarin saya menandatangani,” kata juga.
Presiden bercanda bahwa dia tahu bahwa anggota KPU bukan kehadirannya, tetapi peningkatan antusiasme. “Setelah kemarin, saya mengetahui bahwa wow ini pada tanggal 21.
Dalam konteks ini, Presiden KPU berterima kasih kepada pujian dan pusat kerja keras KPU dengan area yang berhasil, dan Pillig 2024 berhasil tetap pada tahun 2024 dengan aman, terorganisir, dan lancar.
Read More : Kasus Dugaan Penistaan Agama, Wanda Hara Bakal Dipanggil 29 Agustus 2024
“Saya tahu bahwa kelelahan tidak menghilang dengan benar, oke? Masih masih ada rasa sakit. Hanya kemarin untuk pengadilan konstitusional (bukti) (sengketa pemilihan), tetapi masih muncul dalam beberapa hari,” jelasnya.
Presiden Komisi Pemilihan Umum, Mfifuddin, mengatakan bahwa ketentuan yang sama diselenggarakan untuk memberikan ketentuan yang sama dari Asosiasi Pemilihan Lokal Nasional untuk mendapatkan investasi dalam implementasi pemilihan untuk menerapkan masalah strategis.
Afifuddin melaporkan bahwa 3.743 peserta berpartisipasi dalam acara konsolidasi, dan 406 peserta dalam KPU Indonesia berpartisipasi dalam KPU provinsi, 246 dari Regency/CTU menjadi 3.084.