Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang betapa rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap dirinya di awal pemerintahannya akibat kebijakan pemotongan subsidi bahan bakar (BBM). Jokowi mengatakan, saat kebijakan ini diterapkan, tingkat kepuasan masyarakat turun dari 72% menjadi 43%.

Read More : Tesla Cybertruck Hancur Lebur karena Kecelakaan tapi Tidak Tewaskan Penumpang, Elon Musk: Terkuat daripada Mobil Lain

Saya ingat persetujuan saya awalnya 72%, tapi karena kebijakan kenaikan harga minyak 43% tapi saya sudah memperhitungkan risikonya dan keputusan yang diambil. Tingkat kepuasannya turun, kata Jokowi saat berpidato di Istana Garuda, Ibu Kota. Kepulauan Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Jumat (1/10/2024) seperti dilansir Antara.

Berdasarkan kebijakan yang tidak populer tersebut, Jokowi menyatakan Indonesia memiliki ruang fiskal yang lebih besar, yang kemudian digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur.

โ€œPosisi keuangan kita saat itu meningkat sekitar Rp170 triliun. Dengan peningkatan ini, kita bisa mulai membangun infrastruktur,โ€ lanjut Presiden.

Read More : Derbi Manchester Tanpa Gairah: City Mandul, United Bersyukur

Jokowi menambahkan, dalam 10 tahun terakhir, Indonesia telah berhasil membangun jalan desa sepanjang 366.000 km. Selain itu, jalan tol sepanjang 2.433 km dibangun dalam waktu bersamaan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *