Washington, Beritasatu.com – Presiden AS Joe Biden salah memberi informasi tentang penyebab kematian pamannya, Letnan Dua Ambrose J. Finnegan Jr., yang tewas dalam Perang Dunia II. Biden berbicara di Pittsburgh pada Rabu (17/4/2024) dan mengeluhkan saingannya Donald Trump yang dianggap tidak layak menjadi panglima tertinggi.
Read More : Kyuhyun Pernah Pacaran dengan Um Ki-joon?
Trump diketahui pernah menyinggung satu kali anggota militer AS yang gugur selama masa kepresidenannya. Trump menolak mengunjungi makam tentara AS yang tewas dalam Perang Dunia II di Prancis pada tahun 2018. Ia mengatakan bahwa anggota tentara yang gugur telah bertindak bodoh dan kalah. Trump telah membantahnya dalam satu kesempatan.
“Orang itu (Trump) tidak pantas menjadi anak saya dan panglima tertinggi pamannya.” Biden menekankan.
Menurut Biden, paman Finnegan, saudara perempuan ibunya, ditembak jatuh oleh pesawat di New Guinea (New Guinea). Presiden AS mengatakan jenazah Finnegan tidak pernah ditemukan. Katanya masih banyak lagi kanibal saat itu.
Namun, catatan pemerintah AS tentang anggota militer yang hilang tidak menghubungkan kematian Finnegan dengan tindakan permusuhan atau menunjukkan bahwa kanibalisme adalah salah satu faktornya.
Menurut Badan Penyelamat POW/MIA Pentagon, paman Biden, yang dikenal keluarganya sebagai Bosie, meninggal pada 14 Mei 1944, ketika sebuah pesawat Angkatan Udara jatuh di lepas pantai utara New Guinea di Samudra Pasifik.
“Mesin pesawat mati di ketinggian dan hidung pesawat menghantam air. Ketiganya gagal melarikan diri dan hilang dalam kecelakaan itu,” kata badan tersebut mengenai kematian Finnegan.
Read More : Kebijakan Imigrasi Baru As Menuai Pro Dan Kontra
Sementara itu, putra sulung Biden, Beau, meninggal karena kanker otak pada tahun 2015. Biden yakin alasannya adalah penempatan putranya selama satu tahun di Irak, di mana militer menggunakan lubang pembakaran untuk membuang limbah.
Juru bicara Gedung Putih Andrew Bates tidak membahas perbedaan antara catatan badan tersebut dan laporan Biden. โPresiden Biden bangga atas pengabdian pamannya yang berseragam. Beliau tewas saat pesawat militer yang ditumpanginya jatuh di Pasifik setelah terbang di dekat New Guinea,โ jelasnya.
Paman Biden juga mendapat informasi yang salah saat dia masuk militer. Menurut presiden AS, Finnegan bergabung pada Juni 1944. Sedangkan data menunjukkan ia masuk militer pada 7 Desember 1941 atau beberapa minggu setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor.