Bali, Beritasatu.com – Meninggalnya mahasiswa STIP Putu Satria Ananta Rustika (19) asal Klungkung Bali menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. Ibu korban yang langsung membawa jenazah korban ke Jakarta sangat terpukul dengan kepergian putranya.
Read More : AI Prediksi Kapan Pecah Perang Dunia III, Waktunya Tak Lama Lagi
Ayah korban, Made Suastika mengatakan, istrinya kini umumnya bijaksana dan tidak banyak bicara.
Berkas ini saya serahkan ke pihak kepolisian. Kami berharap pihak kepolisian melakukan pengusutan menyeluruh dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelakunya, kata Made Suastika dalam keterangannya di Bali, Senin (5/6/2024).
Made mengatakan, dirinya dan keluarga tidak mempunyai firasat bahwa putra sulungnya akan meninggal. Namun sehari sebelum meninggal, putranya menghubungi ibunya dan menanyakan keadaan keluarganya di Klungkung Bali.
Diketahui, mahasiswa STIP Jakarta Tingkat 1 bernama Putu Satria Ananta Rastika meninggal dunia pada Jumat (03/05/2024). Putu diduga tewas akibat penyerangan T (21).
Read More : Masih Dilego Asing, Saham BBRI Berpotensi Terkoreksi ke Level Rp 3.600
AKBP Hadi Saputra Siagian, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, mengatakan, pelecehan itu terjadi di toilet lantai dua gedung STIP Jakarta.
Rencana selanjutnya adalah menyegel jenazah Putu Satria Ananta Rustika dan menggelar upacara sesuai agama korban di rumah duka Desa Gunaksa di Klungkung Bali pada 10 Mei. Sebelum upacara adat, jenazah Putu Satria Ananta Rustika dimakamkan di kamar jenazah RSUD Klungkung.