MAROS, BERITASATU.COM – Penduduk desa Bonto Manurung, Regency Maros, Sulawesi Selatan, terpaksa memperkenalkan mayat polisi hutan menggunakan sarung dan bambu dengan puluhan kilometer.

Read More : Hansi Flick Jelaskan Alasan Barcelona Rekrut Kiper Wojciech Szczesny

Diasumsikan bahwa penduduk dipaksa untuk memperkenalkan mayat seorang perwira polisi bernama Rizal (40) pada hari Sabtu (40) pada hari Sabtu (40) pada hari Sabtu.

Tubuh Rizal tidak dapat dievakuasi segera menggunakan ambulans, karena jalan di desa itu rusak parah dan tidak menyentuh pertumbuhan. Situasi memaksa penduduk untuk memaksa mayat ke pemakaman di daerah Bantimurung, Kabupaten Maros, yang berjarak puluhan kilometer jauhnya. Mereka harus berjalan empat jam.

Tubuh almarhum dilakukan dengan alat improvisasi dan menggunakan lensa di lampu jalan dan berjalan di tebing curam.

Orang mati dilaporkan disebabkan oleh kelelahan ketika menuju basecamp di desa Bongo Manurung, yang mengendalikan perjalanan sepeda motor. Tetapi di jalan, pria yang mati itu jatuh beberapa kali dan akhirnya meninggal ketika dia datang hampir ke daerah perumahan.

“Dia sangat kelelahan malam itu, tetapi dia masih dipaksa untuk pergi ke acara itu dan pergi ke Basecamp -nya. Sebelum dia mendekati penduduk populasi, dia sekali lagi tidak sadar dan dinyatakan mati,” kata Maros Suhartina Bohari (11/12) yang aktif.

Read More : Tiket Suporter Bahrain Tak Terjual, Dialihkan ke Fan Timnas Indonesia

Desa Bonto Manurung adalah salah satu desa di daerah terpencil di Kabupaten Maros, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa.

“Lokasi sangat serius, karena merupakan daerah pegunungan, daerah terpencil.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *