Beritaseu.com – Beritaseu.com – Tubuh Juliana MARINS, pendaki Brasil, yang meninggal setelah jatuh di lereng Gunung Rinjan, secara resmi meninggalkan Rumah Sakit Bhayangkara, Nusa Tenggara Barat (NTB) Kamis (06.06.206/2025).
Read More : Status Bus yang Alami Kecelakaan Maut di Ciater Dibongkar Netizen, Ini Kejanggalannya
Keberangkatan ini dilakukan dalam proses memantau Rumah Sakit Regional Denpasar Bali Mandara.
“Ya, kami meninggalkan tim untuk membawa mayat ke Bali di laut,” kata Dr. Mike Wijayanti Djohar, kepala Rumah Sakit Bhayangkara, dikutip oleh Antara.
Pengiriman tubuh dilakukan melalui ambulans milik Rumah Sakit Bhayangkara dengan PJR Ditlasas NTB PJR karyawan.
Juliana Kirst akan diangkut ke tim medis Rumah Sakit Mandara di Bali.
Dr Mike memperkirakan bahwa proses otopsi akan berlangsung pada hari Jumat (27.06.2025). Menurutnya, implementasi malam itu tidak efektif secara teknis.
“Jika otopsi tampaknya kurang efektif malam ini. Jadi besok pagi itu bisa menjadi diseksi. Setelah tubuh Anda, Anda dapat mengirim Brasil ke Brasil,” katanya.
Sebelumnya, wakil direktur NTB Indah Dhamayant dari Putri mengkonfirmasi bahwa rencana otopsi awal Rumah Sakit Bhayangkara Matarram dibatalkan karena satu -satunya dokter forensik NTB berada di luar daerah.
“Oleh karena itu, kami mencari peluang terdekat untuk Bali. Kepala Kepolisian Regional NTB juga berkoordinasi dengan Kepala Polisi Bali,” kata Andah pada konferensi pers dengan berbagai bagian terkait.
Read More : Pemprov Sulawesi Selatan Serahkan Penanganan Pasca-Banjir Bandang dan Longsor ke TNI-Polri
Andah mengklaim bahwa semua biaya memanipulasi badan di NTB bertanggung jawab atas pemerintah daerah. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTB telah menyusun koordinasi dengan beberapa pihak, termasuk kedutaan Brasil di Indonesia. Kronologi
Juliana Marins adalah kecelakaan tragis pada hari Sabtu (21.06.2025) di Gunung Rinjan. Dilaporkan bahwa turun 600 meter dari titik kontak yang hilang di pengadilan hiking ke Kalju.
Tim gabungan baru SAR berhasil menemukan tubuhnya pada hari Selasa (24.06.2025). Proses evakuasi berlangsung secara dramatis karena cuaca buruk untuk penggunaan helikopter yang kecewa.
Mayat itu akhirnya dibawa ke Pelawangan dari Taman Nasional Rinjan Mรคe (BTNGR) di dekat pintu pendakian.
Evakuasi dan manipulasi dilakukan oleh tindakan pencegahan oleh beberapa pihak, termasuk sukarelawan, SAR, TNI, Porri dan Taman Nasional.