Jakarta, Beritasatu.com – Menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 yang diperingati di Ibu Kota Pulau (IKN), sejumlah persoalan terkait pasokan energi mulai mengemuka. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Fahmi Radi menegaskan, IKN sejak awal dikonsep sebagai lingkungan hijau. 

Read More : Satgas Cartenz Buru Pimpinan KKB Yahukimo yang Kabur dari Lapas Wamena

Hal ini tercermin dari berbagai penerapan yang mendukung tujuan tersebut, mulai dari penggunaan pembangkit listrik tenaga surya hingga munculnya berbagai kendaraan listrik yang mendukung program net zero emisi.

Fahmi menjelaskan dalam wawancaranya dengan Beritasatu.com, berbagai langkah yang dilakukan IKN sejalan dengan konsep awal yang mengutamakan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya yang akan mulai dibangun pada tahun 2023. Selain itu, kendaraan listrik juga mulai beroperasi di wilayah ini sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan nol emisi.

Dari pembangkit listrik hingga kendaraan listrik dan segala sesuatu yang digunakan, energi baru terbarukan sedang digunakan. Saya melihat gas tersebut menggunakan energi baru terbarukan. “Jadi, berdasarkan konsep awal, IKN didesain hampir seperti lingkungan hijau,” kata Fahmi kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (13/8/2024).

Meskipun beberapa aplikasi sedang dalam pengerjaan, IKN masih dalam tahap awal pengembangan. Menurut Fahmi, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait pemanfaatan energi surya yang bersifat intermiten. Artinya energi surya tidak dapat digunakan selama 24 jam sehingga memerlukan sistem cadangan atau tambahan untuk menjamin kelangsungan pasokan listrik.

Read More : Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Batuceper Masih 23 Tahun

Untuk mengatasi keterbatasan energi surya, IKN terhubung dengan sistem kelistrikan Kalimantan. Dijelaskan Fahmi, IKN mengambil listrik dari jaringan Kalimantan pada saat radiasi matahari rendah. Sebaliknya, ketika sinar matahari mencapai puncaknya dan menghasilkan energi berlebih, energi tersebut disimpan dan dikembalikan ke jaringan listrik Kalimantan.

“IKN dari awal didesain berwawasan hijau, jadi semua yang digunakan adalah energi yang ramah lingkungan. Misalnya saja listrik yang digunakan adalah energi surya. dipakai 24 jam. “Mintalah cadangan atau suplemen untuk itu. Harus atau bisa disimpan di baterai,” kata Fahmi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *