Tangerang, Beritasatu.com – Harga ayam broiler mengalami kenaikan di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menjelang Idul Adha. Harga ayam broiler yang semula Rp 28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 35.000 per kilogram.

Read More : Ini 11 Cara Cegah Kecelakaan di Jalan Tol

Selain menyebabkan omzet pedagang turun hingga 30%, mahalnya harga ayam broiler juga membuat sebagian konsumen beralih ke ceker dan leher ayam yang lebih murah.

Aep, salah satu pedagang ayam di pasar tradisional Gudang Tigaraksa, mengatakan, sejak sepekan terakhir, jumlah ayam tersebut berangsur meningkat. Kenaikannya meningkat dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 per kilogram.

“Harga ayam potong saat ini Rp 35.000 per kilogram, dibandingkan sebelumnya Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Harga ayam fillet (dada ayam tanpa tulang) yang awalnya Rp 45.000, kini mencapai Rp 50.000 per kilogram, ”ujarnya. Kamis (23 Mei 2024).

Pedagang mengaku belum mengetahui alasan kenaikan harga ayam broiler di pasaran. Mereka menduga harga ayam broiler melonjak akibat libur Idul Adha.

“Kenaikan harga karena dekat dengan Idul Adha. Kalau harga ayam mahal, omzetnya akan berkurang dan pendapatannya tidak seperti dulu. Omzetnya turun sekitar 25 hingga 30 persen sejak harga ayam. ayam broiler mengalami peningkatan,” jelas Aep.

Tak hanya pelaku usaha yang mengeluh, konsumen juga mulai mengeluhkan mahalnya harga ayam. Mumun salah satunya yang terpaksa beralih ke ceker dan leher ayam yang lebih murah.

Read More : Kronologi Kasus Remaja Putri di Padangsidimpuan Jadi Tersangka Video Asusila hingga Minta Bantu Prabowo

“Kalau harga ayam broiler naik, susah. Ini solusinya. Saya hanya beli bagian leher dan ceker ayam saja, cukup untuk anak-anak. Leher ayam dan ceker ayam hanya lebih murah 12.000 rupiah per kilogramnya,” kata Mumun. .

Aiman ​​​​mengatakan ekspresi yang sama. Mahalnya harga ayam broiler membuatnya pusing karena penghasilannya sangat minim. Pembelian ceker dan leher ayam menjadi solusi untuk kebutuhan lainnya.

“Makan cheeser saja di rumah, dagingnya mahal sekali,” kata Eman. “Saya berharap harga ayam broiler dan kebutuhan sehari-hari turun lagi, sehingga masyarakat kecil juga mampu membelinya.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *