Cianjur, Beritaseu.com- Gunung Gede Pangrangrango National Park (TNGP) secara resmi menutup Pengadilan Hiking dari 3 April hingga 7 Juli 2025, mendaki Pegunungan Gede dan Pangrangrango.
Read More : Pria Bermasker Pamer Alat Kelamin, Warga Kota Bangkalan Resah
Kebijakan ini adalah surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Badan Geologi, Energi dan Sumber Daya Mineral. Meskipun tidak ada aktivitas vulkanik yang meningkat saat ini, penutupan adalah langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan pendaki.
Pengamatan Beritaseatu.com di pedesaan menunjukkan suasana area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan terlihat tenang. Kantor TNGP ditutup, kenaikannya tenang dan lokasi pendakian tidak berfungsi.
Sebuah papan iklan besar yang berisi informasi penutupan dipasang di pintu masuk untuk memberi tahu masyarakat.
Adhi Nurul Hadi, kepala Aula TNGP, mengatakan kenaikan itu akan dibuka setelah 7 April untuk mengumumkan kegiatan vulkanik yang stabil.
“Untuk keamanan pendaki, kami menutup trek hiking di Gede Pangrangor. Jika kondisinya benar -benar aman dan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik, jalan akan dibuka kembali,” (4/04/2025) mengatakan.
Read More : Tekan Angka Stunting, Ribuan Anak di Pekanbaru Dapat Makanan Bergizi Gratis
Sementara itu, berdasarkan pemantauan lokasi pengamatan Gunung Gede di desa Cipanas, distrik Cipanas, distrik Cipanas, aktivitas seismik gunung berapi tidak terkendali sampai Minggu sore. Tim tindak lanjut terus secara aktif mengikuti kondisi pegunungan dan melaporkan kegiatan rutin.
Adhi juga menekankan bahwa bagi pendaki yang memesan pesanan untuk entri selama periode penutupan, TNGP akan sepenuhnya mengembalikan dana setelah akhir.
Penutupan kenaikan Gunung Gide Panglingo adalah kenangan akan pentingnya kesadaran akan potensi risiko alami.