Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Adinjauharudin mengatakan Indonesia bisa menjadi keranjang pangan global dengan aktif dalam kebijakan pemerintah dan melibatkan masyarakat.
Read More : Kobi Education Gelar Seminar Offline Study Abroad untuk Siswa SMA Bakti Mulya 400 Lebak Bulus
Hal itu disampaikannya baru-baru ini di Jakarta saat penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama pengembangan bisnis antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Manajemen Pusat GP Ansor untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Indonesia adalah negara kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. “Jika masyarakat terlibat dalam kebijakan pangan yang berbeda, kita bisa menjadi keranjang pangan global,” kata Addin.
Sayangnya, kekayaan sumber daya alam dibarengi dengan masih rendahnya ketahanan pangan nasional. Menurut Addin, Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya dalam hal ketahanan pangan.
“Ini kenyataan yang harus kita terima, tahun 2022 kita masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina,” ujarnya.
Indonesia mendapat skor 59,2 pada Indeks Keamanan Kaki Global (GFSI). Sedangkan Singapura 77,4, Malaysia 70,1, Thailand 64,5, Vietnam 61,1, dan Filipina 60,1. Di dunia, Indonesia menempati peringkat 69 dari 113 negara.
“Ke depan, saya kira penting untuk memperkuat kerja sama, terutama dalam kebijakan terkait pengembangan pangan yang baik, dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Read More : Presiden Prabowo Subianto Akan Sidak Program Makan Bergizi Gratis
“Seperti yang disampaikan Pak Prapowo kemarin, salah satu tujuan kemitraan dengan PT Pupuk Indonesia adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan, serta menjadikan Indonesia sebagai global food basket,” imbuhnya.
Sekaligus, bagi Ansor, langkah ini akan menjadi langkah awal untuk memberikan kontribusi nyata dalam mencapai ketahanan pangan. Addin mengatakan, tanaman pangan di sektor pertanian merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari bagi Kader Ansor.
“Mereka bekerja di bidang pertanian dan hortikultura serta nelayan. Inilah kekuatan Ansor. Selain itu, terdapat unit usaha yang beroperasi di lingkungan Ansor. “Hal ini akan memudahkan kita berkontribusi dalam membangun sistem pangan yang kuat bagi Indonesia,” ujarnya.
Kedepannya, lanjut Addin, dengan perangkat organisasi yang menjangkau desa, maka warga desa akan mempunyai akses terjangkau terhadap pangan atau berbagai produk, ahli gizi dan ahli gizi.