Jakarta, Beritasatu.com – Seorang wanita Jepang bernama Saki Tamogami dinobatkan sebagai wanita paling hemat di negaranya setelah mampu membeli tiga rumah di usia muda dan mewujudkan mimpinya membuka kafe kucing. Ini semua berkat gaya hidupnya yang super hemat.
Read More : Ahli Waris Pencipta Superman Gugat Warner Bros, Peluncuran Film James Gunn Bakal Terganggu?
Kisah Saki pertama kali muncul di acara televisi Jepang “Happy! Bombay Girl” yang menyoroti kisah remaja putri yang mampu mengubah hidup mereka melalui kerja keras. Tayangan tersebut memperlihatkan betapa hematnya gaya hidup Saki. Makannya hanya berharga 1,4 USD atau sekitar Rp 21.700.
Menurut laporan South China Morning Post, Selasa (27/8/2024), Saki telah menetapkan tujuan besar sejak ia berusia 19 tahun: memiliki tiga rumah pada saat ia berusia 34 tahun. Dengan tekad yang besar, ia menemukan kegembiraan dalam menabung dan merasa puas melihat tabungannya terus bertambah.
Setelah lulus kuliah, Saki bekerja sebagai agen real estate dan sangat berhati-hati dalam mengelola gajinya. Untuk menghemat biaya, dia memasak semua makanannya di rumah, memilih hidangan sederhana seperti roti panggang, mie udon, dan lobak yang dibeli dengan diskon besar. Tidak jarang menyajikan makanan langsung dari wajan untuk mengurangi penggunaan peralatan makan dan menekan biaya.
Prinsipnya sederhana: jangan pernah membeli apapun tanpa diskon. Ketika ia masih remaja, ia berhenti membeli pakaian baru, lebih memilih pakaian warisan dari kerabatnya, dan bahkan ia sering mencari barang-barang rumah tangga di antara barang-barang bekas orang lain. Bahkan, dia menjual rambutnya, yang disisir rapi dan tidak diwarnai, untuk menambah penghasilannya.
Dengan disiplin dan tekad, di usianya yang ke-27, setelah menabung selama 8 tahun, Saki membeli rumah di Saitama, wilayah Kanto, utara Tokyo, seharga 10 juta dollar atau Rp. Dua tahun kemudian, dia membeli rumah kedua seharga 18 juta yen atau sekitar $1,9 juta, dan pada tahun 2019 dia membeli rumah ketiga seharga 37 juta yen atau 3,9 juta yen.
Read More : Raffi Ahmad Perbanyak Istigfar dan Salat Taubat Sebelum Pergi Haji
Namun, investasi pribadi bukanlah satu-satunya motivasi untuk menjalani gaya hidup hemat. Sejak kecil saya menyukai kucing liar dan bermimpi memberi mereka tempat perlindungan.
Mimpinya menjadi kenyataan ketika ia membuka kafe kucing bernama Yunagi Café di lantai tiga rumahnya. Kafe ini tidak hanya menjadi tempat bertemunya para pecinta kucing, namun juga membantu merawat kucing-kucing yang membutuhkan tempat tinggal.
Meski kini sudah mandiri secara finansial, Saki tetap memilih hidup sederhana. Dia masih berencana menggunakan hasil penjualan kafe dan gajinya untuk memperluas properti.