Jakarta, Beritasatu.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukkapil) DKI Jakarta memperkirakan sekitar 10.000 hingga 15.000 penduduk baru akan membuat Jakarta semarak. Banyak warga yang ditemui Beritasatu.com di Stasiun Pasar Senan, Sabtu (20/4/2024) mengungkapkan, Jakarta masih punya daya tarik mencari nafkah.
Read More : Arus Balik Wisata Puncak Diberlakukan Sistem Satu Arah Menuju Jakarta
Misalnya Imam (32). Pria asal Pekalongan yang sudah 11 tahun menetap di Jakarta ini menilai, mencari pekerjaan di Jakarta lebih mudah dibandingkan di kota lain. Ia melihat potensi industri yang berkembang di kota ini.
Imam mengatakan, “Di Jakarta, lapangan kerja lebih banyak dan mudah didapat dibandingkan di kampung halaman. Jakarta sebagai pusat industri dengan banyak perusahaan dan perkantoran masih menjadi daya tarik bagi banyak orang.”
Imam juga berharap kawasan industri juga berkembang di daerah lain sehingga menambah lapangan kerja di luar Jakarta.
Dikatakannya, “Diharapkan lapangan kerja tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta saja. Pekalongan dan Batang misalnya, kini juga berkembang menjadi pusat industri, sehingga lapangan kerja tersebar merata di seluruh kota di Indonesia.
Fahri Rahmawati, 31, yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat, juga melihat Jakarta sebagai tempat yang menjanjikan bagi penduduk kota. Meski tinggal di pinggiran Jakarta, ia tetap merasa banyak peluang kerja di Jakarta.
“Bagi masyarakat yang berasal dari provinsi, Jakarta masih memiliki daya tarik, terutama bagi mereka yang mencari pekerjaan,” kata Fahri.
Read More : Jenazah Pria Ditemukan di Bawah Beduk Masjid di Mojokerto
Sementara itu, Zia (28), yang baru saja dipindahkan ke Jakarta dari Yogyakarta, mengaku mencari pekerjaan di Jakarta jauh lebih sulit dibandingkan di Yogyakarta. Meski demikian, ia mengatakan peluang mendapatkan penghasilan di Jakarta juga lebih besar dibandingkan di kampung halamannya.
Zia mengatakan: “Pendapatan dan tantangan masih menjadi daya tarik di Jakarta. Jadi terserah kita untuk berani meninggalkan zona nyaman di desa.”
“Mudah-mudahan kota-kota lain juga bisa menjadi pusat industri. Hal ini akan meningkatkan lapangan kerja dan pemerataannya,” ujarnya.