Bogor, Beritasatu.com – Pengacara Otto Hasibuan membeberkan alasan dirinya bersedia bergabung dengan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka setelah sekian lama berkarir sebagai pengacara.
Read More : Pegi Setiawan Bebas, Ini Dasar Pertimbangan Hakim Eman Sulaeman Nyatakan Status Tersangka Tidak Sah
“Tentunya kami sebagai advokat atau advokat hanya ingin berkontribusi demi kemajuan negara ke depan,” kata Otto Hasibuan usai menghadiri pertemuan atau retret Hambalang di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17). / 10). /2024).
Ibu mertua Jessica Mila mengetahui dirinya belum resmi ditetapkan sebagai calon wakil menteri. Namun, ia mengaku punya niat baik untuk berkontribusi bagi negara saat resmi menjadi wakil menteri (wamen) Prabowo usai dilantik.
“Bagaimana jadinya? Tentu saja kita belum dilantik. Mungkin masih terlalu dini untuk membicarakannya. Tapi, tentu niatnya harus ada. Kalau kita tidak punya niat baik, tidak mungkin saya bisa.” menerima tugas ini,” jelasnya. .
Diketahui, sekitar 59 calon wakil menteri, lembaga, dan lembaga kabinet Prabowo-Gibran mengikuti acara sosialisasi di hari kedua.
Pengarahan dilakukan secara tertutup sepanjang hari, mulai pukul 09:00 WIB hingga 15:30 WIB. Pembekalan dibuka dengan pembekalan oleh Prabowo Subianto selaku presiden terpilih dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber ternama mengenai kecerdasan buatan dan pemberantasan korupsi.
Pembicara hari kedua adalah profesor tetap McCombs School of Business University of Texas-Austin, Michael Housman yang membawakan materi “The Future AI (Artificial Intelligence)”.
Read More : JK Apresiasi Langkah Prabowo Bentuk Presidential Club
Pembicara kedua adalah Ana Moraru yang saat ini bekerja sebagai manajer kampanye di Akademi Majoritas. Majority Academy adalah platform global yang membantu kampanye politik. Ana mengisi materi tentang “Berhadapan dengan Jurnalis”.
Pembicara ketiga adalah pemimpin bisnis ternama Riaz Shah yang membawakan materi dengan topik “The Future of Work”. Pembicara keempat adalah Maryam Hussain yang membawakan materi “Anti Korupsi”.
Maryam telah terlibat dalam penyelidikan kasus penipuan dan korupsi di sektor publik dan swasta selama 25 tahun. Saat ini beliau menjadi partner, layanan forensik dan integritas di firma audit Ernst & Young (EY).