Pontianak, Beritasatu.com – Menteri Budaya (Menbud) Zona Fadli melakukan kunjungan pertamanya ke Kalimantan setelah melayani sebagai menteri. Dia mengunjungi Istana Kadriyah di Kesultanan Pontianak, salah satu warisan budaya nasional Indonesia.
Read More : Partai Golkar Jateng Dukung Airlangga Kembali Jadi Ketum
Pentingnya melestarikan budaya dan sejarah dalam ketegangan zona fadli, terutama Kalimantan Barat yang kaya akan warisan budaya dan kaya akan kombinasi dengan berbagai kelompok etnis. Pada 1771, Istana Kadriyah, dibangun oleh Sultan Ciaf Abdurrahman Alkadar, menjadi simbol sejarah panjang Sultanat Pontianak.
Zona Fadli juga mengatakan, Istana Kadriyah lebih tua dari Amerika Serikat yang didirikan pada 1776. Ini menunjukkan bahwa istana memiliki sejarah yang sangat panjang.
Zona Fadli mengatakan selama kunjungan ke Istana Kadriyah, Pontiaq pada hari Sabtu (2/2/2025), “Ini menunjukkan bahwa Istana Kadra memiliki sejarah yang sangat panjang, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di Indonesia,”
Zona Fadli juga merilis penghargaan Sultan Syarif Hamid II, yang berarti bahwa Sultan Ketujuh di Sultan Pontianak, yang dikenal sebagai perancang Negara Bagian Indonesia, dikenal sebagai perancang Garuda Panchsila.
Dia berkata, “Kami benar -benar menghormati layanan pendahulu kami termasuk Sultan Hamid II, yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara ini. Kami berharap dia akan mengakui sebagai pahlawan nasional.”
Selain itu, zona fadli menguraikan pentingnya Pontiaq sebagai kulit leleh, yang merupakan lokasi pertemuan untuk berbagai budaya. Menurutnya, kota ini adalah contoh yang jelas dari penghalang bahasa Melayu, Arab, Daya, Cina, dan budaya etnis lainnya.
Dia berkata, “Keragaman ini tercermin dalam berbagai manifestasi budaya, seperti arsitektur, seni dan pak. Ini adalah kekuatan yang harus kita lindungi dan lindungi,” katanya.
Menteri Kebudayaan juga mengungkapkan filosofi Huma Betang, pengetahuan lokal tentang komunitas lelucon yang memberikan prioritas bagi kerja sama dan toleransi timbal balik. “Filosofi ini sangat penting bagi kesatuan pikiran dalam keragaman orang Indonesia,” katanya.
Zona Fadli berharap bahwa warisan budaya Kalimantan Barat yang lebih dapat dinominasikan sebagai warisan budaya nasional. Dia juga menjelaskan bahwa hanya ada satu warisan budaya nasional di Kalimantan Barat, yaitu Kadriya Mahal.
Read More : Jokowi Optimistis Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Sejahterakan Rakyat
Namun, partai juga memperhatikan bahwa ada enam provinsi warisan budaya yang memiliki kemampuan untuk menjadi warisan budaya nasional.
Kalimantan Barat juga memiliki sekitar 80 furnitur warisan budaya, termasuk pertunjukan seni, kerajinan, adat istiadat dan tradisi.
“Ini menunjukkan bagaimana keragaman dan keragaman budaya yang ada di provinsi ini. Kita harus terus mendaftar dan melestarikan warisan ini,” kata Zona Fadli.
Zona Fadli juga mengatakan bahwa komitmen pemerintah untuk mengejar budaya Indonesia. Dia menyebut pelatihan Kementerian Kebudayaan sebagai Kementerian Independen adalah langkah penting dalam melindungi, pengembangan dan menggunakan warisan budaya.
Dia menjelaskan, “Ini sesuai dengan mandat Pasal 32, paragraf (1), Konstitusi 1945 yang memajukan budaya nasional Indonesia di tengah -tengah peradaban negara, dengan mengatakan,” kata mereka.
Menteri Kebudayaan juga menandai pentingnya kekuatan lunak dalam diplomasi budaya. Dia mengatakan, orang dapat belajar dari negara lain seperti Korea Selatan, yang berhasil mempromosikan budaya mereka dalam film, musik, dan drama.
“Kami ingin menciptakan ‘gelombang Indonesia’, yang merupakan gelombang budaya Indonesia di seluruh dunia,” katanya.