Beirut, Beritasatu.com – Tentara Israel, pada Senin (21/10/2024), meminta maaf atas serangan yang menewaskan tiga tentara Lebanon di Lebanon selatan. Negara Zionis tersebut mengatakan bahwa mereka tidak berperang melawan tentara dan pasukannya.
Read More : Hizbullah Tembakkan 25 Roket ke Israel, 7 Orang Tewas
Serangan yang menewaskan tentara Lebanon itu terjadi ketika pasukan Israel menyerang kendaraan milik kelompok militan Hizbullah.
Serangan Israel menghantam puluhan cabang lembaga keuangan yang dikelola Hizbullah. Israel beralasan aksi tersebut dilakukan karena kantor-kantor tersebut mendanai serangan tersebut dan tidak ada tempat di mana banyak masyarakat biasa menyimpan tabungannya.
Sementara itu, utusan AS Amos Hochstein mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Lebanon di Beirut pada hari Senin mengenai ketentuan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Pembicaraan itu terjadi ketika Israel menyerang kantor-kantor perbankan di Lebanon yang mereka gambarkan sebagai bank-bank yang didanai Hizbullah.
Diplomasi telah gagal meredakan konflik Israel dengan dua milisi musuh regional yang paling berbahaya dan bersenjata lengkap: Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Jalur Gaza.
Washington mengharapkan adanya dorongan baru bagi perdamaian Timur Tengah setelah pembunuhan pemimpin Hamas Yahya Sinwar oleh Israel pekan lalu.
Read More : Antonio Dedola Buka Suara Disebut Pernah Berpacaran dengan Lolly
Para pejabat AS sedang mencoba merundingkan gencatan senjata di Lebanon, tempat Israel melancarkan operasi darat bulan lalu yang menewaskan sebagian besar pemimpin utama Hizbullah.
Israel menyerang beberapa lokasi di Beirut, Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, menargetkan cabang-cabang sistem perbankan alternatif yang Israel klaim dijalankan oleh Hizbullah untuk membiayai operasinya. Ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka di dekat daerah yang diserang sebelum serangan terjadi, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Jurnalis Reuters melihat gumpalan asap hitam membubung ke udara setelah setidaknya 10 ledakan di pinggiran Beirut. Massa yang ketakutan memenuhi jalan-jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa bagian kota ketika mereka mencoba mencapai lingkungan yang dianggap lebih aman.