JAKARTA, BERITASATU.COM – Tembakan pasukan Israel menewaskan sedikitnya 17 warga Palestina dan melukai lusin orang. Penembak terjadi di dekat distribusi bantuan yang dikelola oleh Amerika Serikat Kemanusiaan (AS), GHF.
Read More : SMAN 7 Cirebon Akui Potongan Dana PIP Mengalir ke Partai Politik
Petugas medis mengatakan para korban bekerja di 2 rumah sakit, rumah sakit al-Avda di kamp Nuseirat di Gaza tengah dan al-Kuds di Gaza Utara. Tentara Israel mengatakan bahwa pasukannya membuka peringatan bagi tersangka, yang dianggap sebagai ancaman pasukan. Mereka sebelumnya menuduh militan Hamas sengaja mengakhiri distribusi bantuan.
“Kejadian ini terjadi beberapa jam sebelum kami memulai operasi di luar distribusi kami,” kata Gaza GHF Humanitarian Foundation dalam pernyataan seperti Diassial dari Rojtes pada hari Rabu (11.11.2025).
GHF telah mengatakan bahwa bantuan didistribusikan di tiga sisi di selatan dan tengah kain kasa tanpa insiden. GHF mulai mendistribusikan paket makanan di Gaza pada akhir Mei, dengan model distribusi baru yang sepenuhnya PBB.
Tentara Israel memperingatkan warga Palestina melekat pada cara dia mengarah ke lokasi GHF antara pukul 18:00 dan 06.00 waktu setempat. Mereka juga memberlakukan rute ini sebagai area militer tertutup.
Read More : Seusai Gencatan Senjata, Khamenei Peringatkan AS Soal Serangan Balasan
“Hari -hari dalam sehari, para korban dan banyak cedera dilaporkan pada poin utama Israel dan perusahaan keamanan swasta,” tulisnya kepala Badan Pengungsi Palestina di PBB Philippe Lazzarini di media sosial mereka.
“Sistem yang memalukan ini masih memaksa ribuan lapar dan putus asa untuk berjalan puluhan mil, mengabaikan orang tua dan untuk saat ini,” katanya.