Jakarta, Beritasatu.com – Belakangan ini banyak konsumen yang mengakui sulitnya membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di beberapa Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU).

Read More : Peredaran Rokok Ilegal Meningkat 46 Persen pada 2024

Salah satu pengguna mobil pribadi, Andi, saat ditemui Beritasatu.com di Cikampek, Jawa Barat, membenarkan, pembelian BBM Pertalite diketahui akan sulit jika tidak harus menunjukkan kode QR di beberapa gedung.

“Iya betul, pas beli Pertalite dapat QR Code, dari pada download lama dan sebagainya, akhirnya beli Pertamax, harga Pertamax bagus kali ini hanya Rp 12.000 per liter. Itu lebih mahal. dibandingkan Pertalit yang Rp 10.000 per liter,” ujarnya kepada Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Beritasatu.com melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda, salah satunya di SPBU atau rest area KM 39A jalan Jakarta-Cikampek arah timur. Sebenarnya di dalam negeri kalau mau beli BBM Pertalite harus cari QR Code.

“Jika Anda ingin membeli Pertalite tanpa QR Code, kebanyakan dari kami hanya akan memberikan maksimal Rp 100.000 atau setara 10 liter,” kata eksekutif gas tersebut.

Di tempat terpisah, SPBU berkode 34.40343 di Jalan Raya Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat juga menerapkan kebijakan serupa. Kini Beritasatu.com mencoba menanyakan pembelian BBM Pertalite, jika tidak memiliki QR Code maka tidak akan terlayani dengan baik.

“Ini kebijakan manajemen kami di SPBU, jadi kami tidak bisa melayani pelanggan yang ingin membeli Pertalite jika tidak memiliki QR Code,” bantah pihak SPBU.

Menurut Direktur Gas, kebijakan pembatasan penjualan Pertalite ke konsumen diperkirakan mulai 25 Agustus 2024 dan hingga saat ini belum berubah. Sebagai pengelola SPBU, mereka tetap memberikan pelanggan tanpa kode QR.

Read More : Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level 16.329 Per Dolar AS

“Sebelumnya pelanggan bisa saja membeli Pertalite tanpa kode QR,” ujarnya.

Saat ini pelanggan yang menggunakan mobil tidak mendapat perlakuan yang sama karena volume pembelian Pertalite tidak sama dengan mobil pribadi.

“Bisa beli sepeda tanpa kode QR,” ujarnya.

Beritasatu.com mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada PT Pertamina (Persero) melalui Heppy Wulansari, Co-Sekretaris PT Pertamina Patra Niaga, namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *