Teheran, Beritasatu.com – Iran mengumumkan pada Senin (30/9/2024) bahwa mereka tidak akan mengirim pasukan ke Lebanon atau Jalur Gaza, meski sekutunya mendapat tekanan yang meningkat dari Israel.

Read More : Bocoran Intelijen: Serangan ke Nuklir Iran Tak Sesuai Klaim Trump

“Tidak perlu mengirim lebih banyak tentara atau tentara sukarelawan dari Republik Islam Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani hari ini.

Dia juga mengatakan bahwa sekutu Teheran, Hizbullah dan Hamas di Lebanon dan Gaza, memiliki kapasitas dan kekuatan yang cukup untuk mempertahankan diri.

“Kami belum menerima permintaan terkait hal ini dari pihak manapun, sebaliknya kami sudah diberitahu dan kami yakin mereka tidak membutuhkan dukungan pasukan kami,” kata Kanani.

Namun, dia menuntut agar Israel bertanggung jawab dan dihukum atas tindakannya.

Di hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran untuk menghormati pemimpin Hassan Nasrallah yang terbunuh pada 27 September 2024.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, kematian Nasrullah tidak akan sia-sia. Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, memperingatkan hal ini akan menghancurkan Israel.

Read More : Rekomendasi Wisata Pantai di Bantul untuk Liburan Akhir Pekan

Iran juga ingin membalaskan dendam komandan tertinggi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan, yang tewas bersama Nasrallah dalam serangan Israel pada Jumat malam pekan lalu.

Israel telah melancarkan serangan udara terhadap Hizbullah di Lebanon, menewaskan serangkaian komandan senior kelompok tersebut, yang berpuncak pada serangan yang menewaskan pemimpin Nasrallah.

Foto yang diposting oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada tanggal 29 September menunjukkan bahwa 10 dari 11 anggota senior kepemimpinan militer Hizbullah telah digulingkan (dibunuh).

Seorang pejabat keamanan Israel menjelaskan pada 27 September bahwa serangan udara Lebanon ditujukan untuk melemahkan Hizbullah, membunuh para pemimpin militer kelompok bersenjata tersebut dan membersihkan wilayah perbatasan kedua negara. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *