TEHRAN, BERITASATU.COM – Presiden Iran Masoud Pezishkian menekankan dukungan negaranya untuk pengembangan Inisiatif Timur Tengah, yang tidak dihancurkan dalam skala besar, mencatat bahwa Israel juga harus mematuhi kebijakan.
Read More : Yoo Yeon Seok dan Chae Soo Bin Akan Beradu Akting di Drama Terbaru
Pernyataan itu adalah percakapan telepon antara Peziลกki dan Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi setelah gencatan senjata sementara antara Iran dan Israel, yang telah diumumkan sebelumnya.
“Kami setuju bahwa kami akan menciptakan wilayah tanpa senjata nuklir, selama wilayah ini juga termasuk Israel,” kata Pezieshkian.
Peziลกki juga mengatakan bahwa Iran siap bekerja sama dengan negara -negara daerah untuk meningkatkan stabilitas dan perdamaian.
Dia mengklaim bahwa senjata nuklir adalah bagian dari strategi pertahanan Teheran sampai semua negara di wilayah tersebut menunjukkan transparansi.
Komitmen Iran sejalan dengan posisinya di forum internasional seperti PBB, dan Iran telah berulang kali menyatakan pentingnya membangun program nuklir Israel di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah 12 hari konflik yang luar biasa antara Iran dan Israel.
Eskalasi dimulai pada hari Jumat (6 Juli), ketika Israel meluncurkan serangan udara pada beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, termasuk Natan, Ford dan Isfahan, menuduh Teheran meluncurkan bom nuklir rahasia, mengklaim Iran membantahnya.
Sebagai imbalannya, Iran meluncurkan roket dan drone di wilayah Israel, sementara Amerika Serikat (AS) membantu menyerang tiga situs nuklir utama sebagai bagian dari intervensi.
Iran tidak berhenti di situ dan meluncurkan serangan roket di Pangkalan Udara yang Diberi Al Qatar, pangkalan strategis AS di Timur Tengah. Serangan itu disebut sebagai tanggapan langsung terhadap agresi militer A.S.
Presiden AS Donald Trump akhirnya mengadakan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada hari Senin (23.6.2025) malam, dan secara resmi berlaku pada hari berikutnya.
Read More : Dalih SYL Cicil Apartemen Biduan Nayunda: Niat Baik, Dia Mau Diusir
Trump menekankan bahwa kedua belah pihak tidak boleh melanggarnya, dan gencatan senjata menyebut gencatan senjata sebagai peluang untuk mencegah bencana yang lebih tinggi.
Amir sebelumnya, perwakilan tetap Iran mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Minggu (22/06/25) bahwa Iravani menjelaskan bahwa fasilitas nuklir Israel dipasang di bawah pengawasan IAEA.
Ini adalah salah satu persyaratan mutlak untuk mencapai kejujuran dan penghargaan yang dapat dipercaya.
“Pensiun harus dilakukan sesuai dengan Bab 7 Piagam PBB dan untuk meningkatkan ketidakadilan ini dengan menempatkan fasilitas nuklir Israel di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional,” kata Iravani.
Iran telah berulang kali menuduh Israel sebagai satu -satunya Timur Tengah menolak transparansi program nuklirnya dan tidak menjadi anggota Perjanjian Nuklir Nuklir (NPT).
Meskipun gencatan senjata antara Iran dan Israel dimulai, ketegangan telah merangsang wilayah tersebut.
Bumi seperti Mesir, Tรผrkiye dan Rusia menyerukan diplomasi dan memperkuat sistem verifikasi internasional untuk semua program nuklir di wilayah tersebut.
Iran percaya bahwa selama Israel tidak terpengaruh oleh mekanisme internasional dan terus menerima perlindungan politik kepada Barat, akan sulit untuk mencapai perdamaian abadi.