Moskow, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Arrahchi, mengatakan serangan Iran terhadap Israel akan berakhir, namun jika Israel kembali mengungkitnya. Teheran akan merespons dengan keras.
Read More : Dony Oskaria Pasang Target Danantara Akan Investasi di Perusahaan Global
Tindakan kami akan selesai sampai Israel memutuskan untuk membalas lebih lanjut. Dalam hal itu respons kami akan lebih kuat dan efektif, kata Arashi dalam keterangannya di X, dilansir Antara, Rabu (10/2/2024).
Iran menembakkan ratusan rudal ke Israel pada Selasa (10/1/2024). sebagai tanggapan atas kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Abbas Nilforushan.
Presiden Iran Masoud Peseshkian mengatakan bahwa pemerintahannya belum membuka konflik apa pun dengan Israel. Tapi apakah dia akan menghadapi bahaya? Namun dengan kuat
Iran melancarkan serangan rudal ke Israel beberapa jam setelah seorang pejabat Gedung Putih memperingatkan bahwa Teheran merencanakan serangan dalam waktu dekat.
Read More : Sedang Asyik Mandi, Warga Lebak Didatangi Ular Sanca 2,5 Meter
Beberapa roket dicegat di udara di atas Yerusalem. Namun banyak yang tampaknya masih melakukan perjalanan ke pesisir dan wilayah tengah Israel. Bersamaan dengan suara ledakan di kejauhan, sekitar 10 menit kemudian, gelombang roket kedua terlihat melintasi kota. Kali ini datangnya dari arah yang berbeda.
“Tidak ada korban jiwa di daerah tersebut karena Iran menembakkan sekitar 200 roket,” kata Daniel Hagari, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF).